LONDON-KEMPALAN: Pelatih kepala Chelsea Thomas Tuchel mengatakan dia berada di saat paling bahagia dalam karir profesionalnya sejak mengambil alih di Stamford Bridge.
Tuchel melanjutkan awal karirnya yang luar biasa di Inggris dengan membimbing Chelsea melewati Real Madrid dan ke final Liga Champions pada awal pekan ini.
Chelsea juga memiliki kualifikasi untuk mengikuti kompetisi musim depan karena berada di empat besar di Liga Premier, the Blues berhasil mengalami peningkatan poin yang signifikan setelah kedatangan Tuchel.
Ketika ditanya bagaimana waktunya di Inggris sejauh ini, Tuchel mengatakan kepada Sky Sports : “Tentu saja, rasanya sangat, sangat bahagia menjadi pelatih di sini dan rasanya seperti ini sejak hari pertama dan tidak pernah berubah, saya selalu mengatakan ini secara teratur kepada keluarga dan kepada teman-teman saya.”
“Saya benar-benar bahagia dan ini terasa seperti tempat yang tepat di saat yang tepat untuk saya. Semoga semua orang merasakannya dan semoga itu membuat saya percaya diri dan tenang.” tambahnya.
“Saya sangat senang karena itulah yang sebenarnya kami lakukan saat ini dan itu sangat mengesankan. Sangat menyenangkan berada di pinggir lapangan dan membimbing tim ini dan menjadi bagian dari klub ini.” kata mantan pelatih PSG itu.
“Saya merasa saya benar-benar dapat berkonsentrasi pada pekerjaan saya sebagai pelatih dan saya dihargai dan berada di tempat yang tepat pada saat yang tepat. Rasanya seperti hadiah besar dan saya sangat senang karenanya.” ucap sang kepala pelatih Chelsea itu.
Terlepas dari kesuksesan awalnya, Tuchel mengatakan dia tidak akan membiarkan dirinya jatuh ke dalam rasa aman yang palsu tentang betapa mudahnya Liga Premier.
Mantan pelatih Borussia Dortmund dan PSG itu, memahami akan ada perbedaan intensitas yang mencolok, terutama dalam pertandingan tandang, setelah penonton diizinkan kembali ke lapangan.
Dia melanjutkan: “Tidak, (ini tidak mudah). Ini sangat sulit, bahkan lebih sulit dari yang kami harapkan. Tingkat intensitas hingga jadwal yang ada di Liga Inggris luar biasa, setiap tim memiliki gaya bermain yang unik dan sangat intens. Semua tim sangat sulit dikalahkan, bahkan saat tidak ada pendukung seperti sekarang”
“Saya hampir tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya memainkan semua pertandingan tandang ini di Southampton, di Leeds, di Liverpool. Saya sudah dua kali bermain melawan Liverpool, tetapi memainkan semua pertandingan ini melawan tim-tim dengan dukungan dari penonton mereka tentu akan berbeda.” tambahnya.
“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika kami tiba di Piala FA di Barnsley dan mereka memiliki penonton yang antusias di belakang mereka, mungkin kami tidak akan berada di final Piala FA.” ucap mantan pelatih PSG itu.
Menjelang pertandingan akhir pekan ini, Tuchel menggambarkan lawan Manchester City sebagai “mesin pemenang”.
Pelatih asal Jerman itu, yang merupakan saingan dan pengagum Pep Guardiola, mengatakan dia ingin mengubah timnya dengan cara yang mirip dengan cara Pep menguasai Manchester City.
Dia berkata: “Saya ingin mengubah Chelsea dengan dukungan semua orang di sekitar saya dan para pemain tentunya. Kami ingin menjadi mesin pemenang, kami ingin menjadi skuad yang handal dan dapat menghasilkan jenis permainan yang mengarah ke kemenangan di setiap laga.” (Sky Sports, Edwin Fatahuddin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi