Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 15:53 WIB
Surabaya
--°C

Pakistan Telepon Indonesia, Bahas Islamophobia

ISLAMABAD – KEMPALAN: Menteri luar negeri Pakistan menelepon mitranya dari Indonesia pada hari Kamis (6/5) waktu setempat untuk membahas masalah yang berkaitan dengan tren peningkatan Islamofobia di dunia barat.

Shah Mahmood Qureshi dan Retno Marsudi juga membahas pentingnya kerja sama yang lebih kuat di antara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk memerangi Islamofobia, menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Qureshi berterima kasih kepada Indonesia karena telah mendukung adopsi dengan suara bulat dari resolusi yang disponsori Pakistan pada pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri OKI ke-47 pada bulan November yang mendeklarasikan Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia pada tanggal 15 Maret.

Melansir dari Anadolu Agency, Qureshi menekankan bahwa tidak menghormati tokoh-tokoh Islam yang dihormati menyakiti lebih dari 1,5 miliar Muslim di seluruh dunia dan mendesak OKI untuk bekerja membuat komunitas internasional memahami cinta dan pengabdian yang mengakar dari umat Islam untuk nabi suci dan Alquran.

Kontaknya dengan mitranya dari Indonesia adalah bagian dari upaya Islamabad untuk mengembangkan konsensus di antara negara-negara Muslim dan melawan Islamofobia yang berkembang di negara-negara barat melalui platform OKI.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan kemudian mengatakan dia akan meluncurkan kampanye untuk mencari dukungan negara-negara Muslim untuk mengangkat isu-isu penistaan ​​dan Islamofobia di forum internasional, termasuk PBB dan Uni Eropa.

Khan bertemu Selasa dengan utusan OKI dari negara-negara anggota di Islamabad dan mendesak kelompok itu untuk bekerja membuat komunitas internasional memahami cinta yang mengakar dan penghormatan umat Islam terhadap nabi dan Alquran.

Dia mengatakan bahwa tindakan Islamofobia memicu kebencian antaragama dan ketidakharmonisan di antara peradaban dan mendorong mengatasi alasan yang mendasari munculnya insiden semacam itu di seluruh dunia. (Anadolu Agency, Abdul Manaf Farid)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.