MALANG-KEMPALAN: Drs. H. Sutiaji selaku Walikota Malang bersama dengan Forkopimda Kota Malang ikut dalam rapat koordinasi daring dengan pemerintah pusat di Ngalam Command Center (NCC) pada Senin (3/5).
Rapat tersebut dihadiri Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri sebagai narasumber dan juga oleh Kementerian Perhubungan, Kepala BIN, Panglima TNI, Kementerian Agama, Kepala BNPB, dan Jaksa Agung yang mana intinya adalah penegakan disiplin protokol kesehatan serta penanganan virus corona.
Konferensi video ini, menurut Walikota Malang, adalah penegasan terkait penegakan disiplin dan protokol kesehatan menjelang Idulfitri 1442 H.
Ada banyak yang perlu diwaspadai demi memastikan keadaan aman terkendali serta ibadahnya bisa berjalan dengan lancar.
“Termasuk dari Kementerian Agama, di mana sebelumnya salat idulfitri dilarang dilakukan berjemaah kini sudah dibuka,” tutur Sutiaji.
Ada cara tersendiri untuk memastikan sholat idulfitri supaya berjalan dengan baik sembari mempertahankan protokol kesehatan, karena ada lonjakan angka terpapar Covid di sejumlah negara, salah satu yang disebutkan adalah India.
“Bukan hanya India saja, akhir-akhir ini di Jerman, Prancis, Brasil, dam Mexico juga mengalami peningkatan angka Covid-19. Itu menjadi perhatian tersendiri,” tambah walikota itu.
Walaupun sudah ada vaksinasi bagi beberapa masyarakat, namun bukan berarti lengah terhadap protokol kesehatan karena virus corona terus bermutasi.
Pengamanan di daerah diserahkan langsung kepada pemerintah daerah untuk menerapkan kebijakan, termasuk penyekatan.
“Dalam waktu dekat Pemerintah Kota Malang juga akan melakukan rapat bersama segenap elemen terkait untuk memastikan tetap aman dan terkendali. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat yang datang ke mal, pusat perbelanjaan, kafe, dan hotel,” tutupnya. (reza m hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi