BERLIN-KEMPALAN: Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno menghadiri acara penghormatan terakhir kepada kru KRI Nanggala 402 di Monumen Kapal Selam kota Möltenort, Jerman, Kamis (29/4). Acara ini digelar Asosiasi Awak Kapal Selam Jerman atau Verband Deutscher Ubootfahrer (VDU) yang sekaligus upacara peletakan karangan bunga.
Dalam twitt-nya, Dubes Arif Havas juga menyebut kehadiran para purnawirawan perwira tinggi Jerman serta Italia di acara tersebut. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer juga telah menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa KRI Nanggala 402, Sabtu (24/4).
Merujuk ke sumber KBRI di Berlin, selain Dubes RI Arif Havas Oegroseno hadir pula Konjen RI Frankfurt, Ardian Wicaksono, Atase Pertahanan RI Berlin Rio Hendrawan, tiga peserta Sesko dari Indonesia, serta Delegasi Task Force RI MCMV Lemwerder.
Sedangkan sejumlah tokoh penting juga ikut hadir. Diantaranya Presiden dan Dewan Pengurus Asosiasi Awak Kapal Selam Jerman, Presiden Perkumpulan Angkatan Laut Jerman, Dewan Pengurus dan Anggota Korps Kapal Selam Kiel, Komandan Armada Misi, Komandan Skuadron Kapal Selam, dan CEO Perusahaan ThyssenKrupp Marine System.

“Kami sangat merasa kehilangan atas kepergian sahabat-sahabat kami. Sebagai sesama awak kapal selam, kami sadar tugas yang kami emban penuh dengan resiko dan bahaya. Segiat apapun kami berlatih, dan secanggih apa pun peralatan yang digunakan, namun kecelakaan adalah hal yang tidak bisa dihindari,” ujar Michael Setzer, Presiden Asosiasi Awak Kapal Selam Jerman.
Michael Setzer juga mengisahkan, anggota Asosiasi Awal Kapal Selam Jerman telah memiliki hubungan kolega dan pribadi yang dekat dengan kru Nanggala 402. Bahkan diantara kru Nanggala 402 yang mengalami musibah tersebut, dua tahun lalu sempat mengikuti program Pendidikan di Angkatan Laut Jerman dan masih terus menjalin kontak erat. “Mereka layaknya Brothers in Arms bagi kami“, tambahnya.
Upacara penghormatan KRI Nanggala 402 sengaja digelar di Monumen Kapal Selam di Möltenort Heikendorf. Monumen ini dibangun untuk menghormati para kru kapal selam Jerman yang gugur pada Perang Dunia I dan II. Monumen ini kemudian secara rutin menjadi simbol penyelenggaraan penghormatan tertinggi kepada seluruh kru kapal selam Jerman yang gugur dalam menjalankan tugasnya. (KBRI Berlin/reza m hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi