Rabu, 6 Mei 2026, pukul : 17:06 WIB
Surabaya
--°C

Parlemen Turki Kutuk Biden atas Klasifikasi Peristiwa 1915 sebagai “Genosida”

ANKARA-KEMPALAN: Parlemen Turki pada Selasa (27/4) mengutuk klasifikasi peristiwa 1915 oleh Presiden AS Joe Biden dalam sebuah pernyataan bersama, menggarisbawahi bahwa deklarasi “tak berdasar” itu semata-mata didasarkan pada klaim lobi Armenia.

“Sebagai Majelis Agung Nasional Turki (TBMM), kami mengutuk keras dan menolak pernyataan Presiden AS Joe Biden 24 April 2021 tentang peristiwa 1915 yang didasarkan pada klaim lobi Armenia karena tidak berdasar dan tidak memiliki arti selain mengganggu fakta sejarah,” bunyi pernyataan itu seperti yang dikutip dari Daily Sabah.

Mengatakan bahwa presiden AS tidak memiliki wewenang untuk menilai insiden sejarah, pernyataan itu mendesak Biden untuk mundur dan memungkinkan perdamaian regional. Pernyataan itu juga menambahkan bahwa apa yang disampaikan oleh Biden adalah sesuatu yang “batal demi hukum” bagi mereka.

“Kami dengan keras menolak fitnah tak berdasar ini, yang tidak memiliki arti selain distorsi sejarah dengan motif politik,” ujar pernyataan itu dan meminta Biden untuk memperbaiki kesalahannya dengan mengubah pernyataannya tentang peristiwa tahun 1915.

“(Kami menyerukan Biden) untuk mendukung rakyat Turki dan Armenia untuk hidup dalam perdamaian, stabilitas dan keamanan,” tambahnya seperti yang dikutip Kempalan dari Anadolu Agency.

“Sebagai ketua parlemen Turki, saya menolak fitnah besar [Biden] terhadap negara, bangsa dan sejarah kita. Saya ingin mengingatkan para pejabat negara, terutama yang memiliki catatan kriminal kejahatan terhadap kemanusiaan, rasisme dan genosida. dalam sejarah mereka, berhati-hatilah saat berbicara tentang Turki,” kata Mustafa Sentop dalam sebuah acara di ibu kota Ankara.

Ia juga menyatakan bahwa pernyataan ‘genosida’ Presiden AS itu adalah pernyataan yang mengabaikan latar belakang yudisial, politik dan sejarah seraya menambahkan bahwa pernyataan itu dapat merusak hubungan AS-Turki karena mengungkapkan kontradiksi AS terhadap sains dan hukum internasional. (Daily Sabah/Anadolu Agency, reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.