Selasa, 26 Mei 2026, pukul : 15:08 WIB
Surabaya
--°C

Ketua Lesbumi PBNU, KH. Agus Sunyoto, Wafat di Usia 61 Tahun

SURABAYA-KEMPALAN: Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lesbumi PBNU), K. H. Agus Sunyoto meninggal dunia di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Ramelan, Surabaya pada Selasa (27/4).

Melansir NU Online, kabar duka itu disampaikan oleh pengurus Lesbumi PBNU, Sastro Adi pada pagi ini. K. H. Agus Sunyoto meninggal di usia 61 tahun dan akan dimakamkan di makam keluarga, makam tembok Surabaya.

“Berduka yg mendalam berpulangnya KH. Agus Sunyoto, Ketua Lesbumi PBNU. Semoga seluruh amal baik almarhum diterima Allah Swt, seluruh khilaf diampuni-Nya dan memperoleh tempat yang terbaik di sisi-Nya. Al Fatihah,” cuit akun resmi Twitter Nahdlatul Ulama yang mengonfirmasi berita duka tersebut.

BACA JUGA  Menuju Porprov X Jatim 2027: KONI Sidoarjo Sosialisasikan PORKAB dan Legitimasi Plt Ketua

Selain itu, berita duka ini juga dikonfirmasi oleh putri Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid yang menuliskan di Twitternya: “Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun. Sugeng tindak, mas Agus Sunnyoti. Semoga husnul khatimah.”

Pengasur Pesantren Global Tarbiyatul Arifin, Malang ini terkenal ketika bukunya, Atlas Wali Songo menjadi bestseller karena menuliskan sejarah Islam Nusantara dan mebeberkan fakta bahwa Wali Songo memang ada dalam sejarah Nusantara, bukan sekedar dongeng.

Selama karirnya sebagai penulis dan sastrawan, KH. Agus Sunyoto adalah orang yang produktif menorehkan sejumlah karya sepertu, Fatwa & Resolusi Jihad, Dajjal, Syaikh Siti Jenar, Rahuvana Tattwa, Banser Berjihad Melawan PKI dan Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu.

KH. Agus Sunyoto mendapatkan Asrul Sani Award dari Lesbumi yang bekerjasama dengan NU Online pada tahun 2014 dalam kategori Penulis Kreatif. Setahun kemudian, ia menjadi Ketua Lesbumi PBNU pada Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang.

BACA JUGA  Era Baru Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tuchel Abaikan Nama Besar Pemain

Ia merupakan alumni SMAN 9 Surabaya dan juga Jurusan Seni Rupa, Fakultas Keguruan Sastra dan Seni IKIP Surabaya (Universitas Negeri Surabaya/Unesa) yang lulus pada tahun 1985. S2-nya dilanjutkan di IKIP Malang di jurusan Pendidikan Luar Sekolah dan lulus pada tahun 1989.

Selain pendidikan formal, ia juga menempuh pendidikan non-formal di Pesantren Nurul Haq Peneleh Surabaya, Ngelom Sidoarjo, Demak Jawa Tengah, Kampung Gundih dan banyak tempat lainnya. (reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.