Selasa, 26 Mei 2026, pukul : 18:03 WIB
Surabaya
--°C

Maroko Tegur Spanyol karena “Bantuan Covid” bagi Pemberontak

RABAY-KEMPALAN: Kementerian Luar Negeri Maroko memanggil duta besar Spanyol hari Minggu (25/4) untuk menyampaikan “penyesalan” pemerintah atas keputusan Spanyol memberikan perawatan medis pemimpin kelompok regional yang memerangi Maroko untuk kemerdekaan.

Pejabat Spanyol mengungkapkan pekan lalu bahwa Brahim Ghali (73) dirawat di rumah sakit di Spanyol untuk perawatan COVID-19.

Ghali memimpin Front Polisario, yang telah lama berjuang untuk kemerdekaan dari Maroko di Sahara Barat, yang sering terlibat bentrok dengan angkatan bersenjata Maroko.

Melansir dari APNews, Kementerian luar negeri Maroko mengatakan sikap Spanyol “tidak sejalan dengan semangat kemitraan dan keramahan yang baik.” Maroko sedang mencari penjelasan tentang posisi Spanyol, kata kementerian itu.

Ketegangan diplomatik antara Rabat dan Madrid muncul saat Spanyol mengupayakan kerja sama Maroko dalam membendung arus migran melintasi laut ke wilayah Spanyol. Pemerintah Spanyol juga berupaya memperdalam hubungan ekonomi dengan Afrika.

Seorang pejabat dari Kementerian Luar Negeri Spanyol mengatakan pekan lalu bahwa Ghali telah ditangkap “karena alasan kemanusiaan.”

Sahara Barat membentang di sepanjang pantai Atlantik Afrika di selatan kota resor Maroko Agadir, dan berbatasan dengan Aljazair dan Mauritania. Ini memiliki populasi 600.000 orang. Itu dijajah oleh Spanyol pada abad ke-19 dan dianeksasi oleh Maroko pada tahun 1975.

Republik Demokratik Arab Sahrawi, pemerintahan yang dideklarasikan sendiri juga dipimpin oleh Ghali, mengatakan dia “pulih dengan baik” di sebuah rumah sakit Spanyol yang tidak dikenal. (APNews, Abdul Manaf Farid)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.