Senin, 25 Mei 2026, pukul : 12:40 WIB
Surabaya
--°C

Bolehkah Bayi 34 Hari Diberi Racikan Susu Kambing dan Madu?

SURABAYA – KEMPALAN : Meski zaman sudah berkembang, mitos-mitos perihal nutrisi bayi masih tetap eksis di kalangan masyarakat. Peninggalan nenek moyang terdahulu selalu menjadi alasan pemberian nutrisi yang asal-asalan terhadap bayi.
Salah satunya yaitu kisah bayi yang viral di media sosial, dimana nenek si bayi memberikan racikan susu kambing yang dicampur dengan sarang madu. Namun bukan bermanfaat bagi kesehatan, racikan tersebut mengakibatkan bayi mengalami masalah pencernaan.
“Jika usianya lebih dari 6 bulan sampai 2 tahun maka bayi bisa diberi asupan ASI ditambah dengan makanan pendamping ASI,” ujarnya Dr. Risa Etika, dr., SpA(K), dosen di Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Sabtu (24/4).
American Academy of Pediatrics bahkan tidak merekomendasikan pemberian susu kambing kepada bayi dibawah 1 tahun karena akan menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dan anemia.
“Susu kambing, sarang madu, tajin, pisang yang dilembutkan, air kelapa muda, air gula tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada bayi. Bayi ususnya belum bisa mencerna komponen gula. Jika tetap diberikan akan mengakibatkan Necrotizing Entero Colitis atau kegawatan usus, ini yang bisa menyebabkan bayi meninggal,” terangnya.
dr. Risa mengatakan jika ibu khawatir akan berat badan bayinya dan ingin menambah berat badannya, cara yang bisa dilakukan adalah pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan. “ASI itu ajaib karena komposisi lemak di ASI ada di tetes terakhir. Jika ibu meneteki sampai tetes terakhir, bayi yang mendapat ASI eksklusif akan meningkat berat badannya. Tidak kurus dan tidak obesitas,” paparnya.
Selain dapat menambah berat badan bayi, pemberian ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan menjadi cara yang bisa ditempuh ibu agar dapat menciptakan pertumbuhan bayi yang optimal. “Grafik bayi yang diberi ASI eksklusif dilihat dari buku kesehatan ibu dan anak akan berada pada garis pertumbuhan normal artinya tumbuh kembangnya juga optimal,” tutup Risa.
ASI adalah juga mengandung antibodi yang dapat mencegah dan mengobati penyakit berbahaya bagi bayi baru lahir terutama pada penyakit saluran nafas dan cerna. Jika sudah berusia lebih dari enam bulan, dianjurkan pemberian nutrisi berupa ASI yang diberi tambahan makanan pendamping ASI.
“ASI adalah nutrisi yang mudah dicerna oleh bayi baru lahir karena usus bayi baru lahir sangat rawan injury yang disebabkan oleh komponen selain ASI. Apalagi jika bayi lahir secara prematur, maka mutlak harus diberikan ASI eksklusif supaya bayi tetap sehat,” terang Risa.
Selain itu, ibu yang memberi ASI kepada anaknya cenderung memiliki bonding yang baik dengan bayinya. “Bonding yang tercipta ini akan menjadikan bayi kelak jika dewasa menjadi anak yang sholeh atau sholehah karena sejak dini sudah mengerti perihal asah, asih, dan asuh,” ungkapnya. (Nani Mashita)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.