Sabtu, 27 Juni 2026, pukul : 01:51 WIB
Surabaya
--°C

Jozeph Paul Zhang, Gatholoco, dan Darmogandul

KEMPALAN: Macam-macam cara orang menistakan agama. Mulai dari munculnya Serat  Gatholoco dan Darmogandul, sampai mengaku sebagai Malaikat Jibril ala Lia Aminudin, dan yang paling baru sekarang, mengaku sebagai nabi ke-26 seperti yang dilakukan oleh Jozeph Paul Zhang.

Pada abad ke-19 muncul  karya sastra yang dianggap melecehkan Islam, serat Gatholoco yang mengritik masuknya Islam ke Jawa dengan menghancurkan kerjaan Majapahit yang Hindu. Gatholoco dalah suluk karya sastra Jawa klasik, berbahasa Jawa baru, berbentuk puisi tembang macapat berisi ajaran tasawuf atau mistik yang menggambarkan pengembaraan spritual Gatholoco dan Darmogandul yang menjadi batur kesayangannya.

Dalam pengembaraan spritual itu Gatholoco berdebat dengan sejumlah ulama Islam mengenai ilmu sejati dan sangkan paraning dumadi, asal muasal penciptaan manusia dan tujuan hidupnya. Dalam debat itu Gatholoco bisa mengalahkan para kiai dan menunjukkan keunggulan ilmu Jawa atas Islam. Banyak dialog dalam serat itu yang dianggap pejoratif, merendahkan Islam.

Di zaman digital sekarang muncul Lia Aminudin dan Jozeph Paul Zhang. Lia Aminudin  mengaku sebagai Malaikat Jibril pembawa wahyu Tuhan. Ia tahu masalah-masalah gaib yang tidak diketahui oleh manusia biasa. Lia mengaku mendapat wahyu bahwa kiamat sudah dekat. Ia tahu persis dari wahyu, tanggal berapa dan jam berapa kiamat akan terjadi.

Ia mengabarkan nubuat itu kepada murid-muridnya dan memerintahkan untuk menyebarkan kabar itu. Ada yang menyebarkannya dengan getok tular dari mulut ke mulut, tapi ada juga yang menyebarkannya dengan menunggang kuda mengelilingi jalan protokol Jakarta sambil menyebul terompet ala Malaikat Israfil.
Karena ulah ulah yang nyeleneh itu Lia Aminudin dua kali masuk bui dengan tuduhan menistakan agama.
Lia Aminudin meninggal dunia (9/4), tapi ajarannya masih tetap ada dan mungkin malah bisa berkembang diteruskan oleh anaknya, Ahmad Mukti, yang oleh Lia Eden sudah ditasbihkan menjadi Isa Al-Masih.

Tidak lama setelah Lia Aminudin meninggal kini muncul Jozeph Paul Zhang yang mengaku sebagai nabi ke-26. Joseph Paul Zhang, pernah tinggal di Salatiga lalu bermukim di Jerman sampai sekarang. Belum diketahui apakah Zhang juga punya padepokan dan punya pengikut di Jerman maupun di Indonesia. Belum ada laporan apakah dia punya ajaran dan ritual khusus seperti Lia Aminudin.  Yang beredar di media sosial adalah postingan Zhang berjudul ‘Puasa Lalim Islam’ berdurasi tiga jam lebih.

Kelihatannya Zhang juga sudah punya jamaah tersendiri dan juga punya padepokan sendiri. Beda dengan padepokan Lia Aminudin yang memakai rumahnya untuk tempat pengajian, Zhang punya padepokan virtual dengan anggota yang menyebar ke seluruh dunia. Hal itu bisa dilihat dari sapaan Zhang di awal pembicaraannya kepada jamaahnya di berbagai negara mulai dari Eropa, Asia, dan Afrika.

Demo 212 menentang Ahok.

Di awal video yang berdurasi lebih dari 3 jam itu, Zhang membuka diskusi dengan memberi salam ke sejumlah peserta dari beberapa negara.

Mulai dari salam untuk Afrika, Rusia, Amerika, Kanada, hingga Australia
Ia pun kemudian membuka forum zoom tersebut. Di awal, ia menyinggung soal puasa yang dilakukan umat Islam. Ia menyebut, umat Islam yang puasa, tetapi dia yang lapar. Karena itu ia menyebut puasa Islam sebagai puasa lalim, maksudnya zalim.

Zhang kemudian menegaskan dirinya sebagai nabi ke-26 yang mengoreksi ajaran Nabi Muhammad saw yang disebutnya sebagai cabul. Tapi dia juga menyebut seseorang di Kamboja dan menyebutnya sebagai nabi ke-29. Zhang malah menyebut ia membuka pendaftaran dan antrean bagi siapa saja yang ingin menjadi nabi. Polisi Indonesia sekarang memburu Zhang karena dugaan penistaan agama.

Ini adalah kasus kesekian kali yang melibatkan seseorang yang tidak mempunyai cukup pengetahuan tentang perbandingan agama-agama yang berbicara mengenai Islam dari sudut pandang yang sempit.

Kasus-kasus penistaan agama sudah sangat sering terjadi dengan berbagai motif. Ada motif politik, ada juga motif politisasi, dan ada juga yang melakukannya karena kenaifan. Kasus pemulasaraan jenazah wanita korban Covid 19 oleh petugas pria di Sumatera beberapa waktu yang lalu adalah contoh penistaan karena naif. Pengadilan akhirnya menghentikan kasus itu karena dianggap tidak memenuhi unsur penistaan.

Kasus penistaan agama ala
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,  pada 2016 menjadi kasus paling fenomenal di Indonesia. Kasus itu memecah opini publik nasional menjadi dua, pro dan kontra, dan menimbulkan polarisasi yang tidak bisa tuntas sampai sekarang.

Pidato kontroversial Ahok di Pulau Pramuka pada September 2016 dengan cepat menyebar melalui media sosial. Pada video itu Ahok dituduh melecehkan Al-Quran dengan mengatakan bahwa orang Indonesia tidak boleh dibohongi dengan menggunakan Surat Al-Maidah 51 supaya tidak memilih non-Muslim sebagai pemimpin.

Ada video versi lengkap resmi dari Pemprov DKI, ada juga banyak versi pendek yang beredar luas di media sosial yang seketika menimbulkan kontroversi nasional dan memunculkan demonstrasi besar menuntut pemenjaraan Ahok. Pengadilan kemudian memvonis Ahok dua tahun penjara.

Penistaan agama menjadi pasal yang kemudian banyak dipakai untuk menjerat mereka yang dianggap menghina agama, termasuk kasus seorang wanita yang memrotes suara speaker masjid yang dianggapnya mengganggu.

Ilustrasi Gatholoco

Sepanjang 1965 hingga 2017 terdapat 97 kasus penistaan agama. Kasus yang terjadi sebelum reformasi hanya sembilan perkara, namun setelah reformasi jumlahnya membengkak menjadi 88 perkara. Dua kasus penistaan paling menonjol sebelum reformasi adalah kasus HB Jassin dan Arswendo Atmowiloto. Jassin adalah kritikus sastra terbesar sepanjang sejarah Indonesia, dan Arswendo adalah salah satu penulis dan sineas paling produktif di Indonesia.

Pada 1970 Jassin diadili dan divonis satu tahun percobaan penjara karena menolak mengungkap identitas penulis Ki Pandji Kusmin yang menulis cerita pendek yang dianggap menghina Islam.
Majalah Sastra yang sangat prestisius dan diasuh Jassin  memublikasikan cerpen ‘Langit Makin Mendung’ pada edisi 1968.  Ki Pandji Kusmin yang menulis cerpen itu adalah nama samaran.

Saat itu kontroversi pun meledak hebat. Umat Islam saat itu merasa tersinggung dengan cerpen tersebut yang dianggap menghina Islam.
Cerpen ini bersifat pejoratif, mengolok-olok kesucian Allah, ajaran Islam, Nabi Muhammad beserta sahabatnya. Ada yang menganggap cerpen ini sebagai versi modern dari Serat Gatholoco.

HB Jassin sebagai penanggung jawab Majalah Sastra dipaksa untuk mengungkap jati diri Ki Pandji Kusmin. Jassin menolak dan akhirnya divonis satu tahun penjara.

Arswendo Atmowiloto memimpin majalah Monitor yang laris karena menampilkan foto-foto artis yang “lher”. Pada 1990 Arswendo membuat survei mengenai tokoh-tokoh yang paling populer. Survei slengekan ini membawa petaka karena
Nabi Muhammad hanya berada di urutan ke-11 di bawah Arswendo yang berada di nomor 10. Presiden Soeharto menjadi sosok yang paling dikagumi oleh orang Indonesia sehingga duduk di posisi puncak. Arswendo yang celelekan akhirnya divonis lima tahun penjara.

Kasus penistaan agama ala HB Jassin dan Arswendo dan kasus-kasus terbaru di era reformasi ini menunjukkan perubahan signifikan dalam cara pandang masyarakat terhadap agama. Kasus Jassin dan Arswendo menunjukkan bahwa Orde Baru hanya mengadili kasus-kasus penistaan yang serius. Kasus itu melibatkan perdebatan intelektual yang konstruktif di ranah publik melalui media massa.

Di era reformasi, kasus penistaan agama ada yang disarati oleh faktor politik seperti dalam kasus Ahok. Ada juga masalah trivial seperti kasus pengeras suara di masjid. Perdebatan yang terjadi di ranah publik lebih banyak saling serang atau malah caci maki.

Gatholoco dan Ki Pandji Kusmin memang kontroversial, tapi menyegarkan semangat intelektual. Membicarakan Jozeph Paul Zhang hanya menghabiskan energi karena isinya cuma caci maki dan emosi. Mungkin lebih baik yang waras mengalah. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.