SURABAYA – KEMPALAN: Wakil Ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar
meminta agar masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Sumenep waspada. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bakal terjadi tsunami dengan tinggi gelombang sekitar tiga meter di kawasan tersebut.
“Masyarakat harus waspada, karena menurut prediksi BMKG, tsunami itu bisa terjadi kapan saja, tidak bisa dipastikan,” kata Achmad Iskandar di gedung DPRD Jatim, Senin (19/4).
Menurut Achmad Iskandar, berdasarkan analisis BMKG, potensi tsunami itu akan melanda kawasan pesisir Sumenep.
Bahkan, BMKG menyebut ketinggian tsunami itu diperkirakan mencapai tiga meter. Tepatnya 2,8 meter lebih.
Analisis ini disampaikan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati kepada Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, 3 April 2021 lalu.
Sehingga, Achmad Iskandar menyampaikan perlunya untuk dilakukan dan ditingkatkan mitigasi bencana. Terutama untuk mengantisipasi terjadinya gempa dan tsunami.
Khususnya masyarakat yang dekat Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Dia minta agar lebih waspada. Sebab tsunami itu datangnya sangat cepat. Sehingga jika menunggu sirene sudah terlambat.
Sedang yang menyebabkan tsunami di Sumenep disebut ada tiga faktor. Pertama karena adanya patahan kambing di Selatan Madura, sekitar Sumenep.
Kedua ialah patahan Flores, yang ada di Flores sampai Bali. Sedang faktor ketiga adalah adanya tumpukan lempeng di subduksi (zona) Selatan pulau Jawa.
Dari ketiga faktor itu, menurut Dwikorita, yang perlu diwaspadai adalah faktor patahan kambing. Sebab, kalau faktor patahan Flores dan tumpukan lempeng dampaknya tidak serius, karena tidak lebih dari setengah meter.
“Saya yakin pihak BMKG daerah, BMKG Provinsi Jatim dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sudah melakukan sosialisasi dan edukasi untuk mengantisipasi bakal terjadinya tsunami di kawasan pesisir Sumenep ini. Jadi, masyarakat tidak perlu panik, tapi tetap harus waspada,” pungkas politisi asal Partai Demokrat ini. (*)
Penulis:


Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi