JAKARTA-KEMPALAN: Smartphone Vivo dengan seri Y20 yang dirilis dipertengahan bulan Agustus tahun lalu, mendadak meledak di palet kargo pesawat di Bandara Internasional Hong Kong pekan lalu. Usai insiden yang memilukan ini, smartphone Vivo dilarang di maskapai Hong Kong dan sekarang juga diikuti oleh beberapa maskapai di Indonesia.
Salah satu maskapai penerbangan yang cukup keras melarang smartphone Vivo masuk ke kargo pesawat adalah Garuda Indonesia. Garuda Indonesia sebagai salah satu maskot dari pesawat terbang Indonesia ini, menegaskan bahwa larangan sementara ini akibat dari peristiwa yang terjadi di Bandara Hong Kong pekan lalu.
Irfan Setiaputra selaku Direktur Utama Garuda Indonesia, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menghentikan sementara waktu layanan pengangkutan kargo udara untuk jenis smartphone tertentu.

“Hal tersebut kami lakukan sebagai langkah antisipatif perusahaan dalam memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap berjalan optimal,” tutur Irfan Setiaputra, Rabu (14/4).
Menurutnya, kebijakan yang diambil beberapa maskapai penerbangan di dunia tersebut akan diimplementasikan secara keseluruhan. Hal ini juga menunggu hasil investigasi menyeluruh dari otoritas di Bandara Hong Kong.
“Saat ini kami juga terus berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan langkah antisipatif yang perlu dilakukan menyikapi perkembangan hasil temuan data tersebut,” jelas Irfan.
Insididen ini mendapatkan respon cepat dari pihak Vivo Indonesia. Dimana pihak yang memiliki otoritas akan membentuk tim khusus yang akan bekerja sama dengan pihak Hong Kong. Mereka akan melakukan investigasi terkait penyebab paket yang berisi smartphone Vivo Y20 meledak di kargo pesawat.
“Kami memberikan perhatian tinggi pada hal ini dan segera membentuk tim khusus untuk bekerja sama dengan otoritas lokal terkait untuk mencari tahu penyebabnya,” ujar Vivo Indonesia dalam sebuah pernyataan, Rabu (14/4).
Pabrikan teknologi asal Tiongkok ini akan selalu memberikan kabar dan informasi mengenai progres insiden ini. Pihak Vivo Indonesia juga akan berjanji untuk memastikan produk-produknya akan sampai ke tangan konsumen dengan aman. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi