Rabu, 6 Mei 2026, pukul : 14:14 WIB
Surabaya
--°C

VMware: Masyarakat Indonesia Terdepan dalam Urusan Atensi Terhadap Teknologi

JAKARTA – KEMPALAN: Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Angka ini tentu sifatnya ambivalent, dapat menjadi suatu hal yang negatif dan dapat menjadi suatu hal yang positif. Hal ini menjadi tantangan yang berat bagi pemerintah, bagaimana dapat mengembangkan sumber daya manusia secara efektif.

Di era yang serba digital, 80 persen masyarakat Indonesia mengklaim dirinya sebagai “digitally curious” atau “digital explorers”. Dimana masyarakat secara kolektif dalam merasakan pengalaman digital di sektor publik terus meningkat.

Analisa yang dilakukan oleh VMware Digital Frontiers 3.0 mengungkapkan bahwa 29 persen responden dari Indonesia yang senang dapat terus berinteraksi dengan pemerintah secara digital di era pandemi. Lalu, ada 31 persen responden juga senang melihat adanya eskalasi dalam penyajian pengalaman digital pada tahun lalu. Sementara itu, sebanyak 38 persen responden memercayakan pemanfaatan algoritma untuk mendukung kepentingan pemerintah.

Di studi lain, memperlihatkan bahwa lebih dari separuh responden, sekitar 57 persen yang menyatakan bawha merasa nyaman dan bahkan antusias memberikan data keseharian secara akurat. Misalnya, data belanja, nutrisi dan diet, kesehatan, serta lokasi mereka berada, dalam rangka menghadirkan layanan digital yang lebih baik bagi mereka.

Untuk urusan atensi terhadap teknologi, masyarakat Indonesia terdepan. Dari studi VMware tersebut terungkap bahwa di antara semua responden dari seluruh kawasan Asia Tenggara, responden dari Indonesia menempati persentase paling tinggi dalam hal tingkat kepercayaan terhadap teknologi-teknologi masa depan, seperti teknologi face recognition (85 persen), Artificial Intelligence (78 persen) dan 5G (85 persen).

Indonesia juga berada di jajaran terdepan di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara dalam hal tingkat penerimaan masyarakat terhadap teknologi. Sebanyak 80 persen responden dari Indonesia menyebut diri mereka sebagai “digitally curious” atau “digital explorers”. Sementara di negara-negara lain di Asia Tenggara angkanya mencapai 78 persen saja. Bahkan, posisi Indonesia juga mengungguli negara-negara maju di dunia, seperti Amerika Serikat (59 persen), Perancis (55 persen), Jerman (57 persen) dan Inggris Raya (65 persen).

inovasi dengan teknologi-teknologi tersebut di sektor publik dapat memacu pertumbuhan ekonomi digital dan mewujudkan masyarakat Indonesia yang digital-first. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.