BAKU-KEMPALAN: Direktur Komunikasi Turki bertemu dengan asisten Presiden Azerbaijan di ibukota negara Kaukasus itu, Baku pada Sabtu (10/4). Fahrettin memberikan selamat kepada Hikmet Hajiyev yang juga menjadi kepala Departemen Urusan Luar Negeri dari Kantor Staf Presiden Azerbaijan berkenaan dengan pembebasan daerah Nagorno-Karabakh usai tiga dasawarsa pendudukan Armenia pada tahun lalu.
Altun memberikan Hajiyev sebuah “Helm Kemenangan” sebagai tanda penghargaan kemenangan Azerbaijan, ia juga mendatangi pertemuan kementerian dan pejabat teras dari Majelis Turki mengenai informasi dan Media.
Sang direktur memimpin delegasi Turki untuk pertemuan tersebut, yang termasuk duta besar Turki, Erkan Özoral dan Serdar Karagöz, pimpinan dan direktur jenderal Anadolu Agency. Dalam pidatonya, Altun menekankan perlunya persatuan di dunia Turki dalam menghadapi ancaman yang ada dan muncul.
“Kami harus melindungi dan mengawasi satu sama lain dan memperkuat pertahanan kami. Kita harus menyesuaikan persepsi kita tentang ancaman dan pemahaman kita tentang kerja sama dan solidaritas dengan kondisi saat ini,” katanya seperti yang dikutip Kempalan dari Hurriyet Daily News.
KTT ke-8 Dewan Turki dijadwalkan akan diadakan di Istanbul pada 12 November tahun ini. Dewan tersebut didirikan pada 2009 sebagai organisasi antar pemerintah dengan tujuan menyeluruh untuk mempromosikan kerja sama komprehensif di antara negara-negara berbahasa Turki. Terdiri dari Azerbaijan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Turki, dan Uzbekistan sebagai negara anggota, dan Hongaria sebagai negara pengamat.

Adapun direktur komunikasi Turki itu mengunjungi wilayah Aghdam di Azerbaijan yang dibebaskan dari pendudukan Armenia ketika pertempuran Nagorno-Karabakh. Ia mengatakan pada Minggu (11/4) bahwa organisasi internasional, terutama UNESCO, perlu melihat Karabakh tanpa perlu menjadi munafik. Dia didampingi oleh para petinggi dan perwakilan media dari negara-negara anggota Majelis Turki.
“Telah terjadi invasi, barbarisme, penganiayaan di negeri ini. Harta budaya dihancurkan. Kami melihatnya di sini dengan mata kepala sendiri,” katanya seperti yang dikutip Kempalan dari Anadolu Agency.
Hikmet Hajiyev, pembantu presiden Azerbaijan, Menteri Kebudayaan Kyrgyzstan Kairat Imanaliev, kepala Badan Informasi dan Komunikasi Massa Kepresidenan Uzbekistan Asadjon Khodjayev, Wakil Menteri Informasi Kazakhstan Askhat Oralov, dan Sekretaris Negara Hongaria untuk Kebijakan Keamanan Peter Sztaray juga hadir.
Serdar Karagoz, ketua dan direktur jenderal Anadolu Agency, bersama pejabat media lainnya juga termasuk di antara peserta yang melihat kehancuran yang disebabkan oleh orang-orang Armenia.
Menggarisbawahi pentingnya kemenangan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh untuk Azerbaijan, Turki, dan wilayah tersebut, Altun mengatakan pendudukan selama puluhan tahun diakhiri dengan tekad Presiden Ilham Aliyev. Ia menambahkan bahwa Turki di bawah Erdogan juga mendukung perjuangan Azerbaijan.
Altun mengatakan bahwa kunjungan ke Aghdam memperjelas besarnya kemenangan Karabakh, tetapi mereka sedih melihat kota-kota yang hancur.
“Harta budaya telah dihancurkan, tetapi institusi yang bertanggung jawab untuk melindungi kekayaan budaya di dunia tetap diam,” katanya. “… kekayaan budaya ini dihancurkan sepenuhnya untuk menghapus jejak Turki dan Islam.” Dia menambahkan: “Tetapi mereka tidak berhasil, mereka tidak akan berhasil. Karena tanah ini adalah tanah orang Turki dan Islam. Kekejaman para tiran dan kebijakan biadab mereka tidak dapat menemukan tanggapan apa pun.”

Dia mengatakan bahwa pemilik sebenarnya dari tanah ini membebaskan Karabakh, menambahkan bahwa satu juta saudara Azerbaijan akan kembali ke tempat-tempat ini dengan dukungan Turki. Mengingat pernyataan Presiden Turki Erdogan tentang perdamaian regional, Altun berkata: “Dengan mengakhiri pendudukan di sini, kami menjadikan perdamaian permanen.”
“Kami telah menunjukkan bahwa sebagai aktor nyata di kawasan ini, kami tidak akan pernah membiarkan invasi seperti itu lagi … kawasan ini akan berubah menjadi pusat atraksi dunia. Kami mendukung saudara-saudara Azerbaijan kami dengan semua upaya dan kekuatan kami dalam hal ini.”
Altun dan yang lainnya juga mengunjungi kota Ganja di Azerbaijan, yang diserang oleh rudal oleh pasukan Armenia selama konflik tahun lalu. Puluhan warga tewas dan luka-luka akibatnya. Ia juga menambahkan bahwa apa yang terjadi adalah kejahatan perang, kejahatan kemanusiaan yang membunuh manusia, termasuk anak-anak, di wilayah penduduk sipil ketika orang-orang pada tidur. (Hurriyet Daily News/Anadolu Agency, reza m hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi