JAKARTA-KEMPALAN: Pertanian merupakan sektor fundamental dan vital bagi negara Indonesia. Bahkan narasi “negara agraris” sangat inheren atau melekat pada negara Indonesia. Sektor pertanian menjadi salah satu lumbung pendapatan nasional pada sektor kebutuhan sandang di Indonesia.
Melihat peluang yang sangat terbuka lebar bagi Indonesia untuk dapat dimaksimalkan, Kementerian Pertanian menggelar Expose Inovasi Buah Tropika “Balai Penelitian Buah” Tropika. Acara ini secara resmi dibuka oleh Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi percepatan eskalasi hilirisasi inovasi teknologi komoditas tanaman jenis buah pada para pemasok di sektor pertanian. Menurut Syahrul, pertanian akan menjadi sektor yang kuat jika didukung oleh riset dan inovasi yang sifatnya gradual.
“Pesan Presiden jelas, pembangunan pertanian ke depan harus berbasis riset dan teknologi,” tutur Syahrul Yasin Limpo, Jumat (9/4).
Syahrul sangat mengapresiasi kinerja dari para peneliti yang fokus, sehingga menemukan varietas-varietas unggul. Balai Penelitian Buah Tropika menjadi salah satu UPT Litbang Pertanian yang memiliki koleksi keragaman tanaman buah yang tersebar pada enam kebun percobaan.
Hal ini ditegaskan oleh Fadjri Jufri selaku Kepala Litbang Pertanian, bahwa salah satu tugas Balai Penelitian Buah Tropika adalah membangun komoditas prioritas dan komoditas unggulan dengan tujuan guna membantu mensejahterakan petani.
Perlu diketahui bahwa sejak tahun 2017, Balai Penelitian Buah Tropika telah berhasil menyebarluaskan benih. Dimana variasi benihnya adalah benih sumber maupun benih sebar tanaman buah lebih kurang satu juta ke seluruh Indonesia secara gratis.
Dalam kegiatan tersebut, Syahrul selaku Menteri Pertanian membagikan sektiar 10 ribu benih pisang kultur jaringan yang terdiri dari empat varietas, yakni Kepok Tanjung, Ameh Pasaman, Raja Kinalun, dan Barangan. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi