JAKARTA-KEMPALAN: Dewasa ini, dibangun bendungan-bendungan di daerah Jakarta dan sekitarnya. Pembangunan bendungan ini sebagai upaya guna melakukan kontrol secara preventif perihal banjir yang masif di ibu kota.
Atas dasar hal ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengembangkan teknologi akuaponik untuk diimplementasikan dalam bendungan yang ada di Jakarta dan sekitarnya.
Bendungan Ciawi dan Sukamahi, merupakan salah dua dari bendungan yang dibangun. Lokasi yang tidak jauh dari Kota Bogor maupun Jakarta diharapkan dapat menjadi saran dalam memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Sudirman, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, mengungkapkan hal ini dikutip dari laman Kementerian PUPR, Selasa (06/04).
“Hal ini merupakan arahan dari Bapak Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. Untuk itu, kami diminta untuk mempelajari teknologi akuaponik yang nantinya akan diterapkan di sempadan-sempadan bendungan,” tutur Sudirman.
Demi mendukung kegiatan ini, diharapkan bendungan dapat ditata dan memiliki lokasi yang memadai. Hal ini dapat didukung melalui program penanaman pohon yang disesuaikan dengan struktur tanah.
Perlu dipahami, teknologi akuaponik adalah sistem budidaya ikan dan tanaman bersama dalam sebuah ekosistem yang saling menguntungkan. Sistem ini menggunakan bakteri alami yang dapat mengubah kotoran dan sisa pakan ikan menjadi nutrisi bagi tanaman.
Bendungan Ciawi sendiri direncanakan memiliki volume tampung 6,05 juta meter kubik dengan luas genangan 39, 40 hektar yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Sacna. Adapun anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Bendungan Ciawi sebesar Rp 798,7 miliar dengan progres mencapai 85 persen. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi