Senin, 25 Mei 2026, pukul : 08:40 WIB
Surabaya
--°C

Ingat! Begini Cara Pilih Masker yang Efektif Lindungi dari Virus Covid-19

SURABAYAKEMPALAN : Pakar kesehatan sekali lagi mengingatkan bahwa masyarakat wajib menjalankan protokol kesehatan meski sudah divaksin. Fakta bahwa efisiensi vaksin bisa mencapai 90 persen bukan berarti tidak terjangkit virus Covid-19.

Pakar Kesehatan Lingkungan Universitas Airlangga (Unair) Prof. Dr. Ririh Yudhastuti, drh., M.Sc, mengatakan efisiensi vaksin hingga 90 persen menciptakan ilusi di masyarakat bahwa dirinya bebas dari ancaman virus Covid-19. “Usai divaksin, kita tidak otomatis kebal Corona. Makanya anjuran protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi kerumunan, dan menurunkan mobilitas harus tetap dijalankan agar upaya pencegahan berjalan efektif,” papar Guru Besar bidang Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, Rabu (7/4).

Prof. Ririh menegaskan salah satu yang paling krusial adalah penggunaan masker. Namun, hingga saat ini masih ada kerancuan di masyarakat terkait jenis masker yang efektif melindungi dari penularan Covid-19.

Setidaknya ada enam hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan masyarakat, yakni jumlah lapisan kain atau tisu, sifat waterproof atau hidrofobik, bentuk masker, kesesuaian dengan bentuk wajah, kemudahan bernafas, serta ukuran masker.

BACA JUGA  Perluas Branding, ITS Wakili Indonesia Pameran Pendidikan di Rusia

“Sekarang pun mulai banyak bertebaran jenis-jenis masker di pasaran. Tapi salah satu yang bisa dipakai dan banyak dipakai masyarakat adalah masker kain. Jenis ini bisa efektif dengan kriteria dan penggunaan yang tepat,” jelasnya.

Pertama, masker kain tidak boleh hanya dibuat dari kain yang dijahit begitu saja. Masker kain harus memiliki tiga lapisan mencakup lapisan anti-tenun anti-air (depan), kain bukan tenunan lelehan mikrofiber (tengah), kain bukan tenunan biasa (belakang). Maka bahan-bahan yang dapat digunakan untuk masker kain adalah katun, scarf, dan bahan non-tenunan lain.

Prof. Dr. Ririh Yudhastuti, drh, M.Sc

Proses penjahitannya pun dapat dilakukan dengan penjahitan mesin maupun manual. Namun, model yang dibuat harus disesuaikan mengikuti bentuk wajah pengguna agar tidak kendor. “Masker kain tiga lapis ini dapat menyaring udara dan menangkal virus hingga 70 persen,” imbuh Prof. Ririh.

Selain itu, Prof. Ririh juga mengimbau penggunaan masker kain secara tepat. Usai sekali pemakaian, masker kain dapat dicuci deterjen dengan sedikit gosokan agar pori-pori kain tidak melebar. Kedua, untuk menghindari kontaminasi mikroorganisme lain penggunaan masker sebaiknya tidak melebihi empat jam.

BACA JUGA  KONI Anugerahi UNESA Kampus Terbaik Pembina Olahraga Nasional

“Kain masker yang lembap dengan suhu rata-rata 27 derajat Celcius bisa memicu tumbuhnya mikroorganisme seperti bakteri, virus, atau jamur,” terang Prof. Ririh.

Untuk penggunaannya sendiri, Prof. Ririh menyoroti empat langkah sederhana yang wajib hukumnya dipraktikkan oleh para pengguna masker jenis apapun. Pertama adalah menempatkan masker dengan hati-hati untuk menutupi mulut dan hidung serta meminimalkan jarak antara wajah dan masker. Selanjutnya, hindari menyentuh masker saat telah digunakan dan segera mengganti masker apabila telah terasa lembap.

Saat melepasnya, lepaskan dari bagian belakang dan jangan menyentuh bagian depan. Usai melepas masker atau menyentuh masker, usahakan segera membersihkan tangan dengan antiseptik atau sabun dengan air mengalir.

“Terakhir, pada masker sekali pakai harus segera dibuang usai pemakaian. Tidak boleh digunakan lagi. Keseluruhan langkah penggunaan dan perawatan masker tersebut apabila dijalankan akan meningkatkan efektivitas pencegahan Covid-19 sebelum maupun setelah kita divaksin,” tandasnya. (Nani Mashita)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.