SURABAYA-KEMPALAN: Sejumlah pengurus DPC Partai Demokrat Kota Surabaya langsung melakukan sujud syukur saat mendengar pemerintah menolak KLB Moeldoko, Rabu (31/3) siang.
“Kami ikuti sejak pengumuman awal dari pemerintah dengan deg-degan. Dan alhamdulillah, pemerintah menolak KLB Moeldoko,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya, Ning Lucy Kurniasari.
Sebenarnya Lucy sudah merasakan jika kubu Moeldoko bakal kalah, namun menurutnya harus pemerintah yang mengumumkan. “Kita semua bersyukur, akhirnya kebenaran itu hadir juga,” katanya.

Mochammad Machmud, Wakil Ketua I DPC Partai Demokrat Kota Surabaya, mendampingi Ketua DPC Ning Lucy Kurniasari bersama pengurus lainnya saat menunggu hasil pengumuman tersebut. Di antaranya adalah Siswa (Wakil Ketua IV), Indra Wahyudi (Kepala Bakomstra), Hasan (anggota Bakomstra), dan Setyo Purnomo (Sekretaris Bakomstra).
Machmud menjelaskan, meski deg-degan dia mengaku lega saat mendengar hasil keputusan yang dibacakan Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly. Yaitu, menolak kepengurusan Partai Demokrat versi KLB di Deli Serdang.
“Terus terang, hampir dua bulan ini pikiran, tenaga dan lainnya terkuras oleh ulah Moeldoko dan kawan kawannya,” ujarnya.
Menurut Ketua Fraksi Demokrat- Nasdem DPRD Kota Surabaya ini, dengan pengumuman tersebut Demokrat segera melanjutkan program-program kegiatan untuk menyongsong tahapan Pemilu yg dimulai sekitar November.
Kejadian ini, lanjut Machmud, akan menjadi pengalaman yang luar biasa utk membuat Demokrat makin kuat dan tangguh dalam menghadapi segala masalah ke depan.
“Dan saya yakin, Demokrat akan makin besar. Imun Demokrat semakin kuat dengan adanya cobaan ini, karena ini bukan cobaan biasa. Cobaan kudeta ini ibarat gelombang tsunami yang luar biasa, dan kita berhasil lolos. Selanjutnya kita yakin akan bisa mengatasi masalah lainnya,” tegas Machmud yang juga mantan Ketua DPRD Kota Surabaya.
Siswandi, Wakil Ketua IV DPC Partai Demokrat Kota Surabaya menambahkan, pihaknya akan menjadikan pengalaman ini sebagai guru yang terbaik.
“Kita tidak boleh sombong, tetap berjuang. Tidak boleh lagi lengah. Dan ini juga kita jadikan lahan utk instrospeksi bersama,” kata pria yang juga menjabat Ketua Paguyuban Reog Surabaya ini.
![]()
Penulis: Dwi Arifin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi