Indonesia Optimalkan Diplomasi Internasional Teknologi Nuklir

waktu baca 3 menit

KEMPALAN: Sinergitas antara Indonesia dengan negara-negara di dunia harus selalu diintesifkan. Kerja sama Internasional menjadi wadah yang kooperatif untuk membahas mengenai kebijakan sosial, kebijakan ekonomi, kebijakan politik, regulasi, hingga diplomasi antara negara-negara di dunia. Di era yang serba dinamis serta teknologi yang massif, teknologi nuklir menjadi terobosan baru yang bermanfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan suatu negara.

Hal ini yang mendorong Indonesia untuk segera menjalin diplomasi dan kerja sama Internasional dalam optimalisasi teknologi nuklir dengan tujuan damai. Indonesia harus secara massif dan sistematis mensosialisasikan pemanfaatan teknologi nuklir agar dapat memberikan manfaat yang nyata bagi konstelasi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Wacana ini juga berkesinambungan dengan visi kebijakan politik luar negeri nasional yang dicanangkan secara konteksual oleh pemerintah Indonesia.

Dr. Darmasjah Djumala, MA, Duta Besar RI untuk Austria dan PBB, menyampaikan dalam webinar Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) yang diselenggarakan pada Kamis, 25 Februari 2021, bahwa “Diplomasi bilateral dan multilateral diarahkan untuk memberikan dampak konkret dan langsung kepada masyarakat berupa penungkatan taraf perekonomian serta mendukung berbagai sektor strategis pembangunan nasional,”.

Djumala, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa saat ini telah terjadi perubahan pola pikir (paradigma) pemanfaatan nuklir sejalan dengan perluasan konsep security. Tidak dapat dinafikan bahwa stigma dan stereotipe yang dikonstruksi oleh masyarakat adalah nuklir sangat inheren dengan konteks keamanan, yakni tujuan persenjataan.

“Kini aplikasi nuklir dikembangkan dalam konteks yang lebih luas, yaitu lingkup security yang lebih luas. Yaitu untuk membangun berbagai sektor strategis seperti ketahanan pangan, ketahanan energi dan fondasi ekonomi yang lebih kuat,” ucapnya secara tertulis KBRI Wina kepada Medcom.id, Jumat 26 Februari 2021.

Indonesia sebagai negara yang aktif dan diplomatis sudah menjalankan kerjasama pemanfaatan nuklir sebagai anggota Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Melalui cara ini, Indonesia secara diplomatis mendorong untuk berkomitmen dalam IAEA dengan negara-negara yang telah bergabung secara struktural untuk menjawab tantangan zaman di berbagai sektor sentral dan vital.

Indonesia secara gamblang telah mendapatkan manfaat dari adanya kerjasama diplomatis mengenai teknologi nuklir berupa penguasaan teknologi. Hal ini dimanifestasikan dalam kemampuan Indonesia untuk menghasilkan bervariasi produk riset aplikasi teknologi nuklur, seperti varietas unggul padi dan kedelai yang sangat potensial untuk memperokokoh ketahanan pangan nasional.

Lalu ada produk radiofarmaka yang menjadi inovasi dalam penanganan penyakit kanker yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Selanjutnya ada teknologi layanan iradiasi produk pangan yang meningkatkan daya saing produk ekspor nasional. Dan yang terbaru adalah pemanfaatan teknologi nuklir mengendalikan populasi nyamuk Aedes Aegypti dengan konsep serangga mandul.

Indonesia juga menjadi kontributor dalam membantu negara-negara lain dalam pemanfaatan teknologi yang telah dikuasai. Antara lain, dengan memfasilitasi pengembangan komposisi Sumber Daya Manusia peneliti negara lain untuk menjalani kegiatan pelatihan, fellowship dan kunjungan saintifik.

Indonesia juga secara sukarela memberikan bantuan dalam hal yang sifatnya implementatif, yakni pengejawantahan proyek kerja sama teknis IAEA di negara berkembang lainnya. Indonesia juga menjadi stakeholder yang mendorong berbagai skema inovatif baru dalam pemanfaatan teknologi nuklir di IAEA. Semua agenda yang kolaboratif tadi, diharapkan mampu menjadi titik terang dari pemanfaatan teknologi nuklir yang strategis dan memberikan manfaat yang nyata bagi negara ibu pertiwi. (rafi aufa mawardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *