KEMPALAN: Penurunan performa juara EPL musim lalu, Liverpool mengejutkan banyak orang. The Reds saat ini hanya menempati posisi ke 6 di klasemen Liga Inggris setelah alami 5 kekalahan beruntun. Banyak yang yang menyamakan kondisi sulit ini dengan musim terakhir Jürgen Klopp di Borussia Dortmund. Apakah hanya kebetulan atau ada polanya?
Antara 2010 dan 2013, Borussia Dortmund memenangkan Bundesliga dua kali, Piala Jerman satu kali dan mencapai final Liga Champions, kesuksesan yang serupa dengan yang dinikmati Liverpool selama dua musim terakhir.
Keberhasilan ini datang setelah Klopp melakukan beberapa tahun kerja dasar, melatih para pemain, dan memastikan mereka berinvestasi sepenuhnya dalam gaya permain Klopp yang menekan dengan kecepatan penuh. Ada beberapa yang mengatakan bahwa tuntutan Klopp pada para pemainnya mungkin terlalu sulit, terutama ketika keadaan berubah.
Namun, Elmar Neveling, penulis Jürgen Klopp: Echte Liebe (True Love) tidak setuju dengan pendapat itu
“Tentu saja, gaya sepak bola Klopp menuntut banyak hal dari para pemain, tetapi dia sangat sukses selama beberapa tahun di Dortmund dan Liverpool,” kata
“Tujuh tahun di Dortmund, sekarang lima setengah tahun di Liverpool – apa pelatih lain yang bisa membanggakan masa jabatan yang begitu lama hari ini? – Selama Klopp bisa melakukan pergantian personel, intensitasnya bisa dipertahankan dalam periode waktu yang lebih lama.”
Meskipun merotasi pemain memang dapat dilakukan, namun sejumlah cedera pada pemain kunci tidak pernah mudah untuk diatasi. Liverpool belum pulih dari cedera jangka panjang pada bek tengah Virgil van Dijk dan Joe Gomez, serta serangkaian cedera ringan lainnya. sementara Thiago Alcantara, yang dibeli dari Bayern Munich untuk menambahkan percikan kreatifitas ke lini tengah Liverpool, mengalami cedera dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Selain itu, penurunan performa Salah, Mane dan, Roberto Firmino juga sangat merepotkan sang juara yang sangat bergantung pada kreativitas ketiga pemain itu untuk mencetak gol
Hal yang sama juga pernah saat Klopp melatih Dordmund, di mana cedera dan penurunan kebugaran pemain menjadi alasan yang membuat posisi Dortmund di klasemen Bundesliga menurun tajam pada jeda musim dingin di tahun 2014-15.
Selain itu, kepergian Robert Lewandowski ke Bayern Munich dengan status gratis menjelang musim baru, yang kemudian disusul oleh Mario Götze yang juga pergi setahun kemudian juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Dortmund mengalami kekalahan di Bundesliga
Kondisi tersebut adalah sesuatu yang tidak bisa dikontrol Klopp dan rawan terulang kembali di Liverpool. Mo Salah, Sadio Mane, dan Trent Alexander-Arnold adalah pemain kelas satu, banyak klub yang siap untuk menampung mereka. Bukan tidak mungkin jika mereka akan meninggalkan Anfield jika kondisi Liverpool tidak segera membaik
Liverpool Rindukan Dukungan ‘Trinitas Suci’
“Tidak diragukan lagi tim telah merindukan fans, terutama di rumah,” kata Joe Blott, pemain reguler di Anfield sejak 1972 dan ketua Persatuan Suporter Liverpool, Spirit of Shankly
“Dapat dimengerti bahwa tingkat energi tim telah turun mengingat penampilan luar biasa musim lal, tetapi para suporter tidak bisa berada di sana ketika mereka (Liverpool) sangat membutuhkan kami.”
“Sering kali para suporter dianggap sebagai pemain ke-12 dan itu menghancurkan kami tidak ada di sana untuk menunjukkan dukungan untuk mengangkat moral tim. Seperti yang dikatakan Bill Shankly, ada trinitas suci antara tim, manajer, dan fans di Liverpool dan sayangnya salah satu bagian dari trinitas itu tidak ada sekarang”
Gaya Klopp sangat bergantung pada emosi dan kasih sayang, salah satu alasan dia sangat dihormati di Dortmund dan Liverpool adalah karena dia tidak hanya dianggap sebagai pelatih, tetapi sebagai seorang panutan.
“Dia benar-benar memiliki mentalitas yang kuat dan telah membenamkan dirinya ke dalamnya,” tambah Blott.
“Dia benar-benar dapat dipercaya dalam tindakannya dan memiliki kebenaran dalam kebijaksanaannya.”
Meskipun masih mendapat dukungan dari para penggemar, kekalahan The Reds dalam derby Merseyside sangat parah. Sementara Klopp enggan mengkritik para pemainnya terlalu berat, tuntutan musim yang padat tampaknya membebani tim yang memiliki salah satu usia rata-rata tertua untuk starting XI dalam sejarah Liga Premier, yaitu 28,9 tahun
Namun, bagi mereka yang mengenal Klopp di Dortmund percaya bahwa Klopp dapat membalikkan keadaan dengan pengalaman yang dia miliki.
“Klopp akan tetap setia pada gayanya dan mencoba memperkuat timnya melalui banyak pertandingan satu lawan satu,” kata Neveling.
“Dia menyukai tantangan dan akan melihat situasi ini sebagai tantangan untuk tetap berjuang memimpin Liverpool ke Liga Champions. Dia akan lebih fokus, namun juga lebih mudah tersinggung dalam wawancara.”
Subotic tahu betul sisi kuat Klopp “Jika perlu, Klopp akan menaikkan volumenya. Dia mengguncang kami sedikit, untuk membangunkan kami,” katanya,
“Bukan dengan mengatakan: ‘Kamu harus memainkan sesuatu yang berbeda, nak, itu akan sulit.’ Tidak, dia menghampiri seorang pemain dan menampar wajahnya dan membuat anda berpikir: ‘Oh, dia mungkin akan menamparnya kembali.’ ”
Masih Ada Peluang di Liga Champion
Klopp memang sudah secara terbuka menerima bahwa memenangkan Liga Premier akan sangat sulit, namun liverpool memiliki memiliki kesempatan di Liga Champions menyusul kemenangan tandang 2-0 mereka di leg pertama atas RB Leipzig
Masih terdapat gelar lain untuk diraih, sama seperti saat Klopp lebih memilih berfokus ke kompetisi lain dan membawa Dortmund lolos sampai ke final Piala Jerman pada 2014-15, meski hanya finish di urutan ketujuh bundesliga. masih ada kesempatan bagi Liverpool untuk memenangkan kompetisi lain di musim ini
Masa Depan Klopp
Ada sedikit pembicaraan tentang masa depan Klopp menyusul jabatannya di Liverpool yang akan segera berakhir
Meski Neveling tidak berpikir bahwa Klopp akan segera berakhir dari Liverpool, namun dia juga memperkirakan bahwa Klopp mungkin menginginkan perubahan di akhir kontraknya.
“Paling lambat 2024, Klopp akan mengambil alih sebagai pelatih timnas Jerman,” katanya.
Namun sebelum itu, sepertinya dia masih memiliki urusan yang harus diselesaikan di Inggris. (Edwin Fatahuddin/Dw)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi