Kamis, 12 Februari 2026, pukul : 10:22 WIB
Surabaya
--°C

Kriminalitas di Nigeria, 300 Siswi Diculik dalam Sebulan

LAGOS-KEMPALAN: Ancaman kelompok bersenjata Nigeria telah meningkatkan aktivitasnya. Sebanyak 317 siswi telah di culik dari sekolah asrama Sekolah Menengah Negeri Nigeria khusus putri pada Jumat (26/2) pukul 01.00 waktu setempat.

Penculikan anak di Nigeria tersebut sedang ramai diperbincangkan bahkan oleh badan amal dunia, UNICEF. Kelompok bersenjata tersebut kerap kali disebut sebagai “bandit” yang berisikan geng-geng kriminal yang menyerang desa, membunuh, menculik, menjarah, membakar rumah dan memperkosa serta meminta uang tebusan kepada keluarga korban.

Mayoritas geng-geng tersebut melakukan penyerangan karena motif ekonomi, dan tidak diketahui apakah terdapat kecenderungan ideologis tertentu.

Melansir dari ndtv, terdapat kekhawatiran geng-geng keriminal tersebut ada kaitannya dengan kelompok islam bersenjata dimana selama lebih dari satu dekade terakhir telah menewaskan 30.000 orang dalam konflik yang telah menyebar di negara afrika tengah bagian barat seperti, Niger, Chad, dan Kamerun.

Kejadian ini menambah catatan buruk kemanusiaan di Nigeria. Kejadian ini mengingatkan kembali kasus penculikan kelompok jihadis di wilayah tersebut 7 tahun lalu. Pada 11 Desember 2020 sebanyak 300 siswa diculik dari sebuah sekolah di wilayah Kankara sedangkan pada 16 Februari 2021 sebanyak 42 siswa siswi juga menjadi korban penculikan oleh geng kriminal dan belum dibebaskan.

Kerusuhan di barat laut Nigeria hanyalah salah satu tantangan keamanan yang dihadapi negara terpadat di Afrika, di mana militan melancarkan pemberontakan jihadis di timur laut dan ketegangan etnis membara di beberapa wilayah selatan.

Februari 2018 Negara Islam Provinsi Afrika Barat yang dikendalikan oleh pemberontak islam Boko Haram juga telah menculik 111 siswi di sebuah sekolah asrama dimana hanya 100 dari mereka yang dikembalikan setelah proses negosiasi dengan pemerintah

Kejadian ini juga dikonfirmasi oleh badan amal dunia UNICEF. Melansir dari aljazeera, Peter Hawkins, perwakilan UNICEF di Negeria sangat menyesalkan kejadian tersebut, “kami marah dan sedih dan dengan serangan brutal lainnya terhadap anak-anak sekolah di Nigeria”, jelasnya.

Badan amal Save the Children mengatakan “ngeri” tentang berita penculikan itu.

“Tidak dapat diterima bahwa serangan terhadap sekolah dan siswa telah menjadi skenario yang berulang di Nigeria Utara,” kata Mercy Gichuhi, direktur Save the Children’s Nigeria.

Amnesty International Nigeria mengatakan penculikan itu “pelanggaran serius hukum humaniter internasional”.

“Pihak berwenang Nigeria harus mengambil semua langkah untuk mengembalikan mereka ke tempat aman, bersama dengan semua anak yang saat ini berada di bawah pengawasan kelompok bersenjata,” kata kelompok hak asasi itu di Twitter. (abdul manaf farid/ndtv/aljazeera)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.