JAKARTA-KEMPALAN: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan pada Januari 2021. Mulai dilaksanakannya program vaksinasi, kata dia menambah optimisme, namun demikian beberapa indikator ekonomi bergerak secara bervariasi.
“Perbaikan terlihat pada bulan Januari, PMI Manufaktur Indonesia melanjutkan tren ekspansinya di level 52,2, naik dari 51,3 pada Desember 2020,” kata Sri Mulyani.
Peningkatan kinerja tersebut didorong oleh ekspansi yang solid dan menunjukkan pemulihan permintaan. Sejalan dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur, neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2021 mencatat surplus dan mencapai US$ 1,96 miliar didukung oleh pertumbuhan ekspor yang lebih kuat, utamanya peningkatan ekspor minyak goreng kelapa sawit dan biji kakao.
Konsumsi rumah tangga, juga dia diperkirakan terus menguat, seiring peran penting program perlindungan sosial dalam memberikan bantalan bagi kelompok berpenghasilan rendah dan rentan. Sementara itu, indikator konsumsi listrik Januari 2021 tumbuh positif, utamanya pada kelompok rumah tangga yang tumbuh 22,4 persen (yoy).
“Konsumsi listrik kelompok industri juga membaik, tumbuh 2,1 persen (mtm) sejalan dengan peningkatan PMI Manufaktur,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Jokowi menegaskan bahwa kecepatan dalam penanganan krisis kesehatan selaras dengan kecepatan penanganan pemulihan ekonomi nasional. Apalagi beberapa capaian positif dari indikator dan pergerakan perekonomian.
“Dalam rangka mendorong pergerakan perekonomian di sektor swasta kredit perbankan harus tetap dikucurkan dengan penuh kehati-hatian dan tetap menjaga kesehatan bank. Saya senang memperoleh laporan rasio kewajiban penyediaan modal minimum masih di angka 23,78%. Dan bank telah menyediakan cadangan yang memadai jika ada peningkatan kredit yang berisiko,” kata Jokowi.
Jokowi juga mendapat laporan positif bahwa cadangan devisa di BI saat ini sebesar US$ 135 miliar. Jumlah ini lebih dari cukup untuk biaya kebutuhan cicilan utang luar negeri dan impor satu tahun ini.
“Rupiah pun cukup stabil, pasar modal masih atraktif dengan total kapitalisasi pasar Rp 6.970 triliun dan jumlah investor bakal tumbuh besar hingga 4 juta investor ritel,” kata Jokowi.
Ia mengatakan pemerintah terus berupaya melakukan pemulihan ekonomi untuk keluar dari krisis pandemi covid-19. Tahun ini pemerintah telah siapkan anggaran Rp 372 triliun untuk percepatan pemulihan ekonomi.
‘Berbagai stimulus telah diberikan dari sisi permintaan dari sisi penawaran baik melalui bantuan sosial program PKH, subsidi gaji, kartu pra kerja, program padat karya, bantuan produktif bagi UMKM serta relaksasi maupun resturkturisasi pinjaman dan keringanan pajak dan kemudahan lainnya,” kata Jokowi. (tm/cn/ist)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi