Rabu, 10 Juni 2026, pukul : 21:01 WIB
Surabaya
--°C

25 Februari 2021: Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 8.493

JAKARTA-KEMPALAN: Jumlah kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia bertambah 8.493 pada Kamis (25/2). Total positif menjadi 1.314.634, sembuh 1.121.411, dan meninggal 35.518 kasus.

Jumlah spesimen yang diperiksa hari ini ada 69.544. Sementara jumlah suspek saat ini ada 77.293.

Sementara total kasus aktif alias pasien yang masih terinfeksi COVID-19 tercatat sebanyak 157.705 orang, berkurang 457 dibandingkan kemarin.

Sementara itu, sejumlah tenaga kesehatan masih berpotensi terpapar Covid-19, walaupun sudah menjalani vaksinasi. Sehingga, upaya pencegahan penularan dengan menerapkan protokol kesehatan tetap harus dilakukan saat beraktivitas. Baru-baru ini, terjadi penularan SARS-CoV-2 di antara petugas Puskesmas Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan.

Terdapat 22 orang yang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kepala Puskesmas Jombang Mulyadi menjelaskan, 22 orang tersebut terdiri dari 15 tenaga kesehatan dan 7 siswa yang sedang menjalani magang kerja.

“Petugas 15 orang terpapar Covid-19 sama tujuh siswa PKL (praktik kerja lapangan),” ujarnya saat dihubungi, Kamis (25/2). Mereka diketahui positif Covid-19 setelah dinyatakan reaktif usai dua kali rapid test, lalu menjalani swab dengan metode polymerse chain reaction (PCR).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banten Budi Suhendar menjelaskan, setiap orang yang menjalani vaksinasi tidak langsung kebal dari paparan Covid-19. “Seseorang tidak langsung kebal 100 persen setelah disuntik vaksin Covid-19. Sebab, masih memerlukan waktu untuk meningkatkan antibodi di dalam tubuh,” kata Budi.

Menurut Budi, peserta vaksinasi berpotensi terpapar Covid-19 karena antibodi tidak langsung terbentuk, walaupun sudah menerima penyuntikan dosis kedua. Diperlukan waktu yang cukup panjang sampai antibodi peserta vaksinasi Covid-19 meningkat atau terbentuk sepenuhnya.

Cara Optimalkan Vaksin

Dikutip dari Times of India, keberhasilan kerja vaksin sangat dipengaruhi oleh kekuatan sistem imun tubuh. Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa diupayakan agar vaksin COVID-19 bekerja efektif pada tubuh:

  1. Hindari minuman beralkohol

Konsumsi alkohol disebut bisa mengurangi kemampuan kerja vaksin dalam beberapa minggu pertama setelah penyuntikan. Pasalnya, alkohol bisa mengganggu kerja imun sehingga tubuh akan kesulitan melawan infeksi virus yang masuk ke tubuh.

  1. Hindari stres

Stres sangat berpengaruh pada kerja imun. Terlebih, stres berkepanjangan bisa meningkatkan produksi kortisol dan stres oksidatif pada tubuh, sekaligus menurunkan tingkat limfosit (sel darah putih) yang berfungsi mencegah infeksi.

  1. Makan makanan sehat

Vaksin tidak bekerja secara instan. Maka itu, mengkonsumsi makanan bergizi bisa memengaruhi potensi efektivitas kerja vaksin pada tubuh. Usahakan untuk makan makanan yang kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral sebelum menerima suntik vaksin.

  1. Tidur cukup

Tidur cukup selama 7 – 8 jam disebut mampu meningkatkan kerja sistem imun. Bahkan menurut studi dari International Journal of Behavioral Medicine, pada orang-orang dengan jam tidur kurang dari 5 – 6 jam sehari, efektivitas vaksin menurun hingga 50 persen.

  1. Berolahraga atau beraktivitas fisik

Olahraga disebut sebagai salah satu cara efektif untuk meningkatkan kerja sistem imun. Maka itu, tak ada salahnya berolahraga beberapa waktu sebelum menerima suntik vaksin. Atau lebih baik, olahraga bisa dijadikan bagian dari gaya hidup untuk meningkatkan imunitas tubuh di tengah pandemi. (km/et/ist)

 

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.