JAKARTA-KEMPALAN: Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ), mengirimkan surat kepada jajaran pengurus partai di tingkat pusat dan daerah, dan kepada seluruh kader terkait situasi terkini Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan PD (GPK-PD) secara ilegal.
Pesan ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP PD Herzaky Mahendra Putra kepada media.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas soliditas, kesetiaan dan kebulatan tekad dari seluruh kader, yang tetap menjaga kedaulatan, kehormatan, dan eksistensi Partai Demokrat yang kita cintai bersama,” tulis AHY dalam pesan tertulisnya.
AHY menginstruksikan seluruh jajaran pengurus serta kader partai untuk melawan dan mencegah pihak-pihak yang ingin mengambil alih kepemimpinan partai atau kudeta. “Mari kita lawan, cegah, tangkal, dan hadapi para pelaku GPK-PD (gerakan pengambilalihan kekuasaan Partai Demokrat dengan keberanian seorang patriot,” kata Agus dalam keterangan tertulis.
Menurut AHY, jiwa seorang patriot dimiliki oleh mereka yang membela kebenaran dan keadilan untuk menegakkan aturan serta hukum yang konstitusional. AHY juga mengingatkan bahwa persoalan yang menimpa Demokrat bukan masalah internal. Ia mengatakan, internal partai tetap solid, tetapi ada faktor eksternal yang terlibat.
“Karena telah dibuktikan dengan data dan fakta. Persoalan GPK-PD juga bukan hanya persoalan Ketum dan DPP PD semata, tetapi juga menyangkut kita semua,” imbuh dia.
Selain itu, AHY juga meminta para kader tidak menjadi pengkhianat partai. Sebab, ia menekankan, pengkhianat tidak akan diterima di tengah organisasi manapun. “Sekali dicap pengkhianat, sulit untuk mengembalikan kepercayaan itu seumur hidup kita,” jelasnya. Kendati demikian, ia meyakini kader Demokrat bukanlah pengkhianat. Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa hal itu tidak cukup untuk membuat Partai Demokrat bangkit dan besar kembali.
“Maka, selain tidak menjadi pengkhianat, kita juga harus melawan para pengkhianat-pengkhianat itu,” tegas AHY.
AHY: Jokowi Tak Tahu
AHY mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo tidak tahu menahu keterlibatan bawahannya dalam gerakan pengambilihan kepempimpinan Partai Demokrat atau GPK-PD.
AHY sekaligus memastikan hubungan antara Jokowi dengan ayahnya yang juga eks Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam keadaan baik.
“Saya sudah mendapatkan sinyal bahwa bapak presiden tidak tahu menahu tentang keterlibatan salah satu bawahannya itu. Ini hanya akal-akalan kelompok GPK-PD untuk menakut-nakuti para kader. Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi cukup baik. Tapi kelompok ini berusaha memecah belah hubungan yang telah terjalin dengan baik itu,” ujar AHY dalam keterangannya, Kamis (18/2/2021).
Menurut AHY, hingga saat ini upaya mengkudeta partai Demokrat lewat GPK-PD masih terus terjadi. Namun berbagai cara yang dilakukan GPK-PD tidak berhasil. (km/sn/su/ist)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi