Kemenangan Albin Kurti, Kosovo Akan Terus Berlawanan dengan Serbia

waktu baca 2 menit
Albin Kurti dalam demonstrasi Vetevondosje (partainya) di tahun 2013/Wikipedia.

PRISTINA, KEMPALAN : Pemilu Kosovo yang diadakan pada Minggu, 14 Februari 2021 sudah mencapai total 90% perhitungan suara pada Senin, 15 Februari 2021.

Pada pemilu kali ini, bekas perdana menteri Kosovo dari LVV, Albin Kurti unggul bersama calon independen, Vjosa Osmani yang mencapai angka 48% dari suara pemilih menurut Central Election Committee yang disadur dari Politico pada Senin, 15 Februari 2021.

Kurti menyampaikan bahwa hal ini belum pernah terjadi sebelumnya di negara Balkan itu dalam pidatonya di markas partainya di Pristina, Kosovo.

“Saya ingin berterima kasih kepada orang-orang yang mengantri selama berjam-jam di musim dingin. Demokrasi membutuhkan warga negara yang aktif,” ujarnya.

Berita kemenangan ini menghasilkan perayaan besar di negara tersebut, meskipun dilanda musim dingin yang berat.

“Ini adalah gempa politik,” tutur Agon Maliqi, seorang analis politik. Ia menambahkan bahwa hasil pemilu itu memberikan beban yang besar kepada pemerintah baru, karena ekspektasi tinggi sebab hasil pemilu ini merupakan hasil yang melawan kemapanan (partai pemenang). Apabila tidak dikelola dengan baik maka masyarakat Kosovo bisa marah dan menurunkan optimisme di negara itu.

Adapun kemenangan Kurti bakal merusak upaya negara lain yang berusaha untuk mendamaikan Kosovo dengan Serbia, karena mantan perdana menteri itu menolak untuk berdialog dengan negara tetangganya tersebut. Ditambah dengan gaya Kurti yang konfrontatif.

Uni Eropa akan kelabakan menghadapi keinginan partainya Kurti sekaligus Kurti sendiri, karena UE selalu berusaha menengahi permasalahan antara Serbia dan Kosovo.

AS sendiri pernah turun tangan untuk menengahi permasalahan kedua negara itu yang bermuara pada jatuhnya Kurti sebagai perdana menteri setelah menjabat hanya dua bulan.

Namun, kemenangan Kurti dan gengnya juga kemenangan bagi perempuan, karena Osmani yang bergabung dengannya adalah politisi perempuan yang penting di negara Balkan itu.

Puluhan ribu orang Kosovo di luar negeri kembali ke negaranya, hanya untuk mengikuti pesta demokrasi itu. Antusiasme ini didorong keinginan untuk mendapatkan pemerintahan yang baru di Kosovo. (reza m hikam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *