Jumat, 12 Juni 2026, pukul : 13:26 WIB
Surabaya
--°C

Sisi Lain H. Subandi: Bupati yang Menanggalkan Protokoler Demi ‘Nribun’ dan Gairah Sepak Bola Sidoarjo

SIDOARJO –KEMPALAN: Di bawah lampu stadion yang benderang dan riuh rendah nyanyian suporter, pemandangan tak biasa kerap tersaji. Di tengah kerumunan penonton yang berkeringat, terselip sosok H. Subandi. Bukan duduk di kursi VVIP dengan pengawalan ketat, Bupati Sidoarjo ini justru lebih sering terlihat “nyampur” di tribun terbuka, berdesakan demi sebuah gairah bernama sepak bola.
Kiprah Subandi di dunia si kulit bundar memang bukan sekadar pencitraan politik. Baginya, sepak bola sudah mendarah daging. Buktinya, kecintaan ini tak dibatasi sekat teritorial. Meski menjabat sebagai orang nomor satu di Sidoarjo, Subandi tak ragu melintas batas menuju Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.
Di sana, ia bertransformasi menjadi suporter biasa. Tanpa seragam dinas, ia melebur bersama ribuan Bonek, merasakan atmosfer panasnya pertandingan Persebaya. “Ini bukan soal jabatan, ini soal jiwa. Di tribun, kita semua sama: penanda gairah yang sama untuk sepak bola,” ujar Subandi dengan mata berbinar.

BACA JUGA  Prediksi Juara Piala Dunia 2026: Belanda Unggul di Analisis Ekonomi, Spanyol Teratas Versi Opta


Menanggalkan Jubah Pejabat


Bagi Subandi, ‘nribun’ adalah cara terbaik untuk melepas penat di sela jadwal kedinasan yang mencekik. Ia memilih merasakan langsung desakan antrean dan panasnya tribun daripada duduk di balik kaca kedap suara.
“Sudah jadi kebiasaan sejak dulu. Kalau ada waktu luang, saya pasti ke stadion. Di tribun, saya bisa mendengar kejujuran suporter, merasakan denyut nadi masyarakat. Sepak bola itu bahasa pemersatu,” tuturnya.
Sidoarjo: Sang Raksasa Infrastruktur Bola
Kecintaan Subandi bukan tanpa alasan. Sidoarjo adalah “Mekkah” kecil bagi sepak bola Jawa Timur. Kabupaten ini memiliki kemewahan yang jarang dimiliki daerah lain: dua stadion besar yang letaknya nyaris berdampingan. Ada Stadion Utama Gelora Delta yang megah dan Stadion Jenggolo yang sarat sejarah.
Belum lagi puluhan lapangan desa yang representatif, yang setiap sore melahirkan talenta muda melalui kompetisi internal. Subandi menegaskan komitmennya untuk membangkitkan kejayaan dua klub kebanggaan warga: Deltras Sidoarjo dan Persida.
“Sidoarjo punya segalanya. Kita punya infrastruktur, kita punya basis suporter yang luar biasa seperti Deltamania. Tugas kita adalah memastikan Deltras kembali ke kasta tertinggi dan Persida terus membina talenta lokal. Saya ingin Sidoarjo bukan hanya jadi tempat bertanding tim luar, tapi jadi lumbung prestasi tim sendiri,” tegasnya.

BACA JUGA  Polisi Sambangi Lahan Jagung Desa Randegan, Ajak Petani Dongkrak Swasembada Pangan


Pesan untuk Nasional: Sepak Bola adalah Kemanusiaan


Melalui aksinya yang rela berdesakan di tribun GBT maupun Gelora Delta, Subandi ingin mengirimkan pesan kuat ke level nasional bahwa sepak bola harus dinikmati dengan hati, bukan ego kekuasaan.
“Sepak bola itu soal sportivitas dan kemanusiaan. Jika seorang Bupati bisa duduk nyaman berdampingan dengan suporter biasa tanpa jarak, maka rivalitas di lapangan seharusnya tidak boleh merusak persaudaraan di tribun. Sidoarjo siap menjadi barometer sepak bola Indonesia yang aman, nyaman, dan berprestasi,” pungkasnya.(Ambari Taufiq /M Fasichullisan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.