Senin, 25 Mei 2026, pukul : 06:43 WIB
Surabaya
--°C

Perbaikan Jalan Berlubang di Surabaya Habiskan 60 Ton Hotmix per Hari

Pengaspalan Jalan di Kota Surabaya.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya terus mempercepat penanganan jalan berlubang dengan mengerahkan sembilan tim Satuan Tugas (Satgas) perbaikan jalan. Kegiatan ini menghabiskan hingga 60 ton hotmix per hari.

Selain mengandalkan patroli rutin, pemkot juga membuka berbagai kanal pengaduan masyarakat untuk memastikan setiap laporan segera ditindaklanjuti.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya Syamsul Hariadi menegaskan, komitmen percepatan perbaikan jalan tetap menjadi prioritas utama.

“Jadi di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) itu juga punya Satgas Khusus untuk perbaikan jalan, sama seperti di Satgas Drainase. Sehingga setiap ada laporan atau temuan di lapangan, tim bisa langsung bergerak cepat tanpa harus menunggu lama,” ujar Syamsul, Sabtu (21/2).

Ia menuturkan bahwa Satgas perbaikan jalan tersebut, terdiri dari sembilan tim yang terbagi dalam lima rayon. Mereka setiap hari berkeliling untuk memantau kondisi jalan di seluruh wilayah Kota Pahlawan.

Laporan Langsung Ditindaklanjuti
“Kalau ada jalan berlubang itu dilaporkan, kemudian langsung ditindaklanjuti. Itu untuk percepatan perbaikan jalan, supaya masyarakat tidak terlalu lama terganggu aktivitasnya,” tegasnya.

Selain patroli rutin, Syamsul menyebut, Satgas juga aktif menerima laporan dari masyarakat melalui berbagai kanal resmi yang telah disediakan Pemkot Surabaya.

“Satgas tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga memantau informasi yang berkembang di masyarakat,” katanya.

BACA JUGA  Fondasi Pertahanan Masa Depan: Sekjen Kemhan dan Kasdam V/Brawijaya Kawal Uji Ideologi 12 Ribu Calon Komponen Pertahanan di Surabaya

Dianggarkan Rp 40 M
Dari sisi anggaran, Syamsul memastikan pemeliharaan rutin jalan tahun ini dalam kondisi aman dengan alokasi yang relatif sama seperti tahun sebelumnya. Ia menyebut bahwa anggaran pemeliharaan rutin jalan tahun ini sekitar Rp40 miliar. 

“Sekitar Rp40 miliar, hampir sama dengan tahun kemarin. Jadi di samping pembangunan (jalan), kita juga ada pemeliharaan,” ungkap mantan Kepala DSDABM Kota Surabaya ini.

Hal senada juga ditegaskan Kepala DSDABM Kota Surabaya Hidayat Syah. Ia memastikan respons tim di lapangan dilakukan secepat mungkin tanpa harus menunggu batas waktu 1×24 jam.

“Yang pasti kami langsung turun. Jadi begitu ada laporan atau temuan, tim segera kami arahkan ke lokasi agar kerusakan jalan tidak semakin melebar dan membahayakan pengguna jalan,” ujar Hidayat.

Jumlah Satgas Ditingkatkan
Hidayat juga menjelaskan bahwa jumlah tim Satgas telah ditingkatkan untuk memperkuat respons cepat. Termasuk pembentukan Unit Reaksi Cepat (URC) dan tambahan tim malam hari, terutama selama Ramadan.

“Awalnya memang dari lima tim kita tingkatkan jadi delapan, plus dengan satu yang untuk URC, jadi sembilan tim. Terus untuk malam hari kami siapkan ada tiga tim. Karena Ramadan ini kan banyak kegiatan, biasanya aktivitas malam juga tambah banyak, jadi kita fokus ke situ supaya pelayanan tetap maksimal,” paparnya.

BACA JUGA  Gerakan Rakyat Sulsel Bela Anies: Menyuarakan Keluhan Rakyat Bukan Tindakan Pesimistis!

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya Dedy Purwito menjelaskan, setiap tim telah dilengkapi armada dan peralatan lengkap untuk mendukung pekerjaan di lapangan.

“Jadi dalam sehari kita bisa menghabiskan 50-60 ton hotmix. Jadi dari sembilan satgas tadi itu mereka ada armada truk untuk mengangkut hotmixnya, sehingga distribusi material ke titik-titik perbaikan bisa cepat,” kata Dedy.

Dedy memaparkan, selain truk pengangkut hotmix, setiap tim Satgas juga dilengkapi kendaraan pickup serta peralatan pemadatan seperti stamper dan roller.

“Jadi masing-masing tim itu bisa membawa delapan sampai sembilan ton hotmix di masing-masing truk. Jadi totalnya kurang lebih sehari bisa 60 ton untuk perbaikan jalan-jalan yang berlubang, tergantung tingkat kerusakannya,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya juga membutuhkan dukungan masyarakat agar perbaikan jalan bisa segera direspons dengan cepat. Karenanya, ia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif melaporkan kerusakan jalan melalui berbagai kanal resmi Pemkot Surabaya.

“Kami harapkan juga partisipasi warga untuk memberikan laporan kaitan dengan jalan-jalan yang rusak atau berlubang. Partisipasi warga bisa melalui aplikasi WargaKu, atau juga telepon ke 112, sehingga kami bisa segera menurunkan tim ke lokasi,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.