Sidoarjo — Upaya mencegah kebakaran di fasilitas umum kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, meminta pengelola Pasar Taman Sidoarjo memperketat sistem keamanan, terutama terkait kesiapan peralatan pemadam kebakaran yang dinilai masih lemah. Hal ini disampaikan BHS saat melakukan kunjungan kerja pada Rabu.
Menurut BHS, publik tidak boleh dipertaruhkan hanya karena alasan anggaran atau birokrasi. Ia menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan pasar tradisional, yang sangat rentan bagi munculnya api akibat instalasi listrik padat, aktivitas memasak, dan kepadatan pedagang.
“Pasar Taman ini sudah kebakaran lebih dari dua kali. Ini tidak boleh terjadi lagi. Tabung pemadam yang kemarin habis mestinya langsung diisi ulang. Untuk keselamatan publik itu murah kok, dan tidak boleh ditunda,” tegasnya.
BHS mengungkapkan, pada peristiwa terakhir, seluruh tabung pemadam hampir habis digunakan untuk memadamkan api. Namun, keterlambatan pengisian ulang menjadi persoalan yang berulang karena kurangnya antisipasi dari pengelola.
Untuk menghindari kejadian serupa, BHS turun tangan secara langsung dengan meminjamkan tiga unit alat pemadam portabel sementara waktu. Ia meminta pengelola segera mengganti tabung lama sambil menunggu proses pengisian.
“Saya pinjamkan tiga pemadam untuk Pasar Taman. Monggo dipakai, semoga tidak terpakai,” ujarnya.
Selain permasalahan kebakaran, BHS juga menyoroti persoalan lain yang tak kalah penting, yakni daya saing pedagang pasar tradisional. Menurutnya, digitalisasi adalah kebutuhan mendesak agar pedagang tetap mampu bersaing dengan platform online, minimarket, dan marketplace yang semakin mendominasi pola belanja masyarakat.
“Pedagang di sini rata-rata gagap teknologi. Perlu pembinaan digitalisasi, pelatihan pemasaran, dan nanti akan saya fasilitasi Wi-Fi gratis untuk mendukung transformasi itu,” katanya.
Political figure yang dikenal vokal terhadap isu UMKM itu juga mendorong akses permodalan, terutama menjelang momen libur panjang dan Lebaran, saat permintaan barang meningkat drastis. Ia menyebut akan mendorong perbankan agar lebih agresif dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Saya akan dorong BRI dan Bank Delta Artha untuk mengucurkan KUR. Bahkan KUR BRI bisa sampai Rp200 juta tanpa agunan,” jelasnya.
BHS berharap manajemen Pasar Taman dan Pemkab Sidoarjo segera menindaklanjuti instruksi ini. “Jangan tunggu kebakaran lagi untuk bergerak,” ucapnya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi