Sabtu, 20 Juni 2026, pukul : 16:22 WIB
Surabaya
--°C

Komisi C DPRD Jatim Gagal Rapat dengan Bank Jatim dan Pansel

Anggota Komisi C DPRD Jatim Salim Azhar.

SURABAYA-KEMPALAN: Komisi C DPRD Jatim gagal menggelar rapat dengan manajemen Bank Jatim dan Panitia Seleksi (Pansel) Direksi Bank Jatim, Kamis (8/5). Pasalnya, Ketua Pansel Prof M.Nuh berhalangan  hadir, sehingga pihak Bank Jatim minta rapat ditunda.

“Kami menunda pertemuan dengan manajemen Bank Jatim dan Pansel Direksi Bank Jatim, yang awalnya dijadwalkan pada Kamis hari ini,” kata anggota Komisi C DPRD Jatim Salim Azhar di Gedung DPRD Jatim, Kamis (8/5).

Komisi C DPRD Jatim menginginkan pertemuan tersebut untuk mengevaluasi proses seleksi Direksi Bank Jatim menyusul kasus korupsi yang belakangan ini merebak.

“Komisi C sebenarnya hari ini mengundang Bank Jatim dan Pak Nuh selaku Ketua Pansel, tapi Bank Jatim minta diundur, dan Pak Nuh juga berhalangan hadir,” terang Salim Azhar.

BACA JUGA  Polsek Balongbendo Semangati Petani untuk Keberhasilan Panen, Sukseskan Swasembada Pangan

Politisi asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mempertanyakan peran Prof. M. Nuh. Sebab, mantan Mendiknas ini sebelumnya terlibat dalam pansel yang menghasilkan direksi Bank Jatim saat ini.

“Kalau sudah ada masalah seperti ini, kenapa Pak Nuh lagi yang ditunjuk. Itu saja yang ingin kami tanyakan, sehingga kami minta penjelasan soal itu, evaluasi terhadap pansel,” tegas Salim.

Meskipun jadwal baru belum ditentukan, Salim menyatakan bahwa Komisi C meminta agar pertemuan digelar sebelum 22 Mei 2025, mengingat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Jatim rencananya akan digelar pada tanggal tersebut. “Itu harapan kami,” tegas Salim.

Dikatakan, penjelasan dari kedua pihak dinilai penting untuk memastikan proses seleksi direksi berjalan transparan dan profesional.

BACA JUGA  Polsek Balongbendo Semangati Petani untuk Keberhasilan Panen, Sukseskan Swasembada Pangan

“Kita hanya ingin memastikan semuanya berjalan sesuai aturan dan menghindari kesan eksklusif. Bank Jatim ini milik masyarakat Jatim. Jad harus terbuka,” pungkas Salim. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.