Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 16:56 WIB
Surabaya
--°C

Semifinal Sepakbola Jatim Vs Aceh, Fakhri Minta Fair Play Ditegakkan

Pelatih sepakbola Jatim Fakhri Husaini menyebut anak asuhnya sudah siap menghadapi Aceh di laga semifinal, Senin (16/9) besok malam. (Foto: KONI Jatim).

ACEH-KEMPALAN: Tim sepabola Jawa Timur akan bentrok melawan tuan rumah Aceh pada babak semifinal PON XXI 2024. Laga ini akan berlangsung di  Stadion Harapan Bangsa, Aceh, Senin (16/9) pukul 20.15 WIB.

Partai semifinal lainnya akan saling berhadapan Jabar melawan Kalsel. Laga pertama ini akan digelar di hari dan tempat yang sama, pukul 16.15 WIB.

Partai semifinal ini sangat penting karena yang menang akan menuju babak final untuk memperebutkan medali emas. Sehingga, dapat dipastikan laga semifinal ini akan berlangsung sengit dan seru.

Pelatih tim sepakbola Jatim Fakhri Husaini mengaku sudah mengetahui kekuatan dan kelemahan Aceh. Bahkan, ia sudah mempersiapkan anak asuhnya sebelum partai semifinal melawan tim “Tanah Rencong” ini.

Tim sepakbola Jatim di PON XXI 2024. (Foto: KONI Jatim).

“Pemain Jawa Timur sangat antusias dan semangat menanti laga semifinal lawan Aceh. Kami juga sudah melakukan evaluasi atas beberapa kelemahan yang terjadi pada laga-laga sebelumnya, termasuk juga memantau laga-laga yang telah dilakukan oleh tim Aceh,” kata Fakhri Husaini kepada kempalan.com, Minggu (15/9) malam.

Menurut dia, laga Aceh vs Sulteng tidak akan mempengaruhi mental anak-anak Jawa Timur. Justru Wigi Pratama dan kawan-kawan sangat antusias dan semangat menghadapi laga semifinal lawan Aceh.

Namun demikian, Fakhri berharap laga semifinal ini dapat berjalan dengan baik, fair play dan respect  benar-benar dapat ditegakkan. “Pengalaman laga babak delapan besar antara Aceh vs Sulawesi Tengah dapat menjadi pelajaran berharga bagi sepakbola Indonesia. Semoga kasus itu tidak terulang lagi,” pungkas mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 itu.

BACA JUGA  Pilkades Serentak 2026: Satu RT Dua ‘Kemanten’.Strategi Politik Doni Suhendro Raih Simpati Warga di Bligo Sidoarjo

Seperti diketahui, laga Aceh vs Sulteng di babak perempat final sepakbola,  Sabtu (14/9), sempat terjadi insiden pemukulan terhadap wasit dan aksi walk out (WO) oleh pemain Sulteng. Akhirnya, Aceh dinyatakan menang WO dan lolos ke semifinal.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Dimurthala, Sulteng mampu unggul lebih dulu 1-0 berkat gol Alan Wahyu pada menit ke-24.

Pertandingan sempat terhenti pada menit ke-38 setelah terjadi perselisihan antara pelatih Sulteng dengan staf pelatih Aceh di pinggir lapangan sehingga memicu emosi suporter tuan rumah yang kemudian melempar botol minuman ke lapangan.

Pada menit ke-74, Sulteng harus bermain dengan 10 pemain setelah wasit mengusir Wahyu Alman. Pasalnya, pemain bernomor punggung 25 itu mengangkat kaki terlalu tinggi saat mencoba membuang bola dan hampir mengenai kepala pemain Aceh.

Sulteng kemudian mulai bertahan dan bermain cukup keras sehingga wasit mengeluarkan banyak kartu kuning dan berujung dua kartu merah lagi.

Saat wasit memberikan kartu merah kedua untuk Sulteng pada menit ke-85 terhadap Moh Akbar, protes pun dilakukan. Bahkan sempat terjadi perselisihan selama beberapa menit sebelum wasit memberikan tambahan waktu 13 menit.

BACA JUGA  Terlibat Dalam Lobi Sengketa Politik Internasional Tanpa Kekuatan Militer Yang Diperhitungkan, Perannya Hanya Sebagai Boneka

Puncaknya terjadi pada menit ke-97 ketika wasit memberikan hadiah penalti untuk tuan rumah Aceh. Padahal dalam tayang ulang jelas pemain tuan rumah melakukan diving.

Tidak terima dengan keputusan itu, pemain Sulteng bernomor punggung 15, Rizki Saputra memukul wasit di bagian kepala hingga terjatuh. Bahkan wasit sempat mendapatkan perawatan medis sebelum dibawa keluar lapangan dengan mobil ambulans.

Hal ini membuat pendukung tuan rumah makin kesal dan melemparkan botol ke lapangan. Kericuhan pun sempat terjadi sampai akhirnya pertandingan terhenti untuk sementara.

Setelah beberapa menit, pertandingan kembali dilanjutkan. Rizki Saputra pun mendapatkan kartu merah. Dan ini menjadi kartu merah ketiga untuk Sulteng.

Laga saat itu masih dalam keadaan skor 1-0. Namun, beberapa saat kemudian, Aceh kembali mendapatkan hadiah penalti.

Wasit memberikan hadiah penalti usai pemain Sulteng dianggap melakukan hand ball. Akmal Juanda yang mengambil penalti sukses melakukan tugasnya dan skor menjadi imbang 1-1.

Setelah peluit panjang dibunyikan wasit, laga seharusnya dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Namun, tim Sulteng memutuskan untuk walk out sehingga tim tuan rumah Aceh dipastikan lolos ke semifinal. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.