Kamis, 30 April 2026, pukul : 16:18 WIB
Surabaya
--°C

Yatim Politik

KEMPALAN: Istilah yatim politik atau political orphan muncul di Indonesia selama perhelatan pilpres 2024, terutama dikaitkan dengan Anies Baswedan yang tidak berpartai. Anies bukan sekadar disebut yatim, tapi yatim piatu, alias tidak berbapak dan tidak beribu dalam politik.

Kemudian muncul Surya Paloh bersama Partai Nasdem yang menjadi political surrogate parent, orangtua asuh politik, bagi Anies Baswedan. Rupanya Surya Paloh ingin menampilkan dirinya sebagai ‘’political maverick’’ yang visioner dan ingin mencapai sesuatu yang belum pernah dicapai sebelumnya. 

Perdefinisi, maverick ialah seseorang yang tidak menyukai status quo dan selalu ingin mengubah keadaan. Maverick cenderung inovatif, berpengaruh, berani dan lugas, serta punya tingkat toleransi yang sangat tinggi dalam mengambil risiko.

Itulah peran yang ingin dimainkan Surya Paloh di perhelatan politik 2024 ini. Ia ingin menjadi political maverick, sekaligus ingin menjadi The King Maker, dan ditambah lagi sekalian menjadi The Godfather of Indonesian Politics. Kalau saja eksperimen Surya Paloh berhasil menjadikan Anies Baswedan sebagai presiden, maka tiga gelar itu akan tersemat ke pundak Surya Paloh.

Dengan kalkulasi yang teliti terhadap berbagai risiko politik, Surya Paloh meminjamkan kendaraan Nasdem kepada Anies Baswedan secara gratis. Tema marketing politik Nasdem yang paling khas adalah ‘’politik tanpa mahar’’ sebagai diferensiasi marketing terhadap parpol lainnya. Dan itulah yang dipraktikkan Surya Paloh kepada Anies dalam pilpres tahun ini.

Surya Paloh bukan sekadar memberi pinjaman kendaraan politik gratis kepada Anies, tetapi sekaligus mengangkat Anies sebagai anak angkat politik dan mengentasnya dari political orphanage, panti asuhan politik. Anies pun mentas dari status sebagai yatim politik.

Yatim politik diasosiasikan kepada seseorang yang tidak punya partai politik tetapi aktif dalam kegiatan politik. Anies sudah berpolitik sejak pilpres 2014 ketika bergabung dalam tim kampanye Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai juru bicara. Anies kemudian diangkat menjadi menteri pendidikan dalam kabinet Jokowi-JK. Untuk sementara Anies tidak menjadi yatim karena punya rumah berteduh di Kabinet Kerja. Tetapi tidak lama kemudian Anies dipecat oleh Jokowi, dan kembali menjadi  yatim politik.

Kemudian pada 2016 Anies dilamar oleh sejumlah partai untuk maju dalam pilkada gubernur DKI Jakarta. Anies menerima lamaran itu tetapi tidak menjadi anggota salah satu parpol. Hal itu berlangsung sampai selesai lima tahun pemerintahannya di DKI.

Begitu selesai menjadi gubernur Anies kembali menjadi yatim politik, sampai kemudian muncul Surya Paloh yang mengadopsinya. Surya Paloh mendandani Anies dan menjadi godfather yang menjaganya dari berbagai serangan.

Pada akhirnya kendaraan politik yang dipinjamkan Surya Paloh kepada Anies ditarik kembali. Ibarat ojek politik, trip sudah selesai dan argo sudah harus dibayar. Kendaraan pun harus ditarik kembali sebelum kerusakan semakin parah. Anies turun dari kendaraan dan kembali menjalani kehidupan sebagai yatim politik.

Almarhum Syafii Maarif pada 2009 pernah memakai istilah yatim politik untuk menggambarkan posisi politik Muhammadiyah dalam percaturan politik nasional. Menurut Buya Syafii Muhammadiyah sebagai organisasi Islam besar berada pada posisi sebagai yatim politik karena ada jarak dengan kekuasaan.

Secara kronologis Buya Syafii menggambarkan kiprah politik Muhammadiyah yang sebelumnya aktif di bidang pendidikan dan kesehatan, dan kemudian terjun langsung ke politik praktis ketika Amien Rais menjadi salah satu tokoh dalam gerakan reformasi 1998.

Posisi Amien Rais sebagai ketua umum PP Muhammadiyah menempatkan organisasi itu sebagai musuh utama Orde Baru di bawah Soeharto. Amien Rais menjadi penentang utama Soeharto sejak pertengahan 1990-an dengan melemparkan isu suksesi. Amien Rais kemudian terjun langsung menjadi pemimpin demonstrasi menentang Soeharto yang berakhir dengan jatuhnya Soeharto Mei 1998.

Posisi Amien Rais sebagai ketua PP Muhammadiyah kemudian digantikan oleh Syafii Maarif dengan pola kepemimpinan yang berbeda. Alih-alih membawa Muhammadiyah ke dalam politik praktis Syafii memilih menempuh jalan high politics, politik level tinggi yang berusaha mempengaruhi kebijakan tanpa harus terjun langsung ke politik praktis.

Amien Rais kemudian mendirikan PAN (Partai Amanat Nasional) bersama para aktivis reformasi seperti Goenawan Mohamad, Faisal Basri, dan Albert Hasibuan. Pada akhirnya PAN adalah partai Muhammadiyah dan Amien Rais memanfaatkan jaringan Muhammadiyah sebagai backbone politik PAN.

Posisi Amien Rais yang senantiasa kritis terhadap rezim secara tidak langsung menempatkan Muhammadiyah sebagai oposisi yang kemudian menjadikannya sebagai political orphan. Dalam posisi ini Muhammadiyah kemudian lebih banyak bergerak ke kanan dan terkesan eksklusif.

Syafii Maarif ingin mengoreksi langkah ini dengan merapat kepada Jokowi. Langkah ini membawa kedua tokoh itu berpisah jalan. Amien Rais tetap konsisten di jalan oposisi melawan Jokowi, dan Syafii berada pada sisi yang berseberangan sebagai pembela Jokowi.

Muhammadiyah mendapatkan berkah dari manuver Syafii Maarif ini. Sekarang Muhammadiyah tidak lagi menjadi yatim politik karena sudah tidak terpisah oleh garis demarkasi dengan rezim penguasa. Dalam pilpres 2024 Muhammadiyah lebih bersahabat dengan Prabowo-Gibran dan menjaga jarak aman dari Anies Baswedan.

Dengan positioning yang pragmatis ini Muhammadiyah sangat mungkin akan memperoleh reward politik dengan masuk ke dalam kabinet Prabowo-Gibran. Seperti biasanya, Muhammadiyah akan mengincar posisi menteri pendidikan.

Muhammadiyah juga mendapatkan berkah dari pemerintahan Jokowi dengan mendapatkan jatah pengelolaan tambang yang sekarang tengah dipersiapkan. Jika jatah ini diberikan kepada Muhammadiyah maka organisasi ini akan berada pada rumah rezim kekuasaan yang sama dengan NU yang secara tradisional menjadi seterunya.

Sementara itu, Anies Baswedan kembali harus menjadi yatim politik. Ia menyatakan akan menjalani political sabbatical leave, istirahat politik untuk sementara waktu. Anies menyatakan akan menemui para pendukungnya di seluruh Indonesia sebelum mengambil keputusan apa pun.

Tetapi, DNA Anies adalah DNA politik. Ia diprediksi tidak akan lama menjalani cuti politik. Dalam perjalanan politiknya Anies sering mengalami tikungan yang tidak terduga, termasuk dalam pilkada DKI 2017 dan pilpres 2024.

Tikungan tak terduga itu sangat mungkin akan dialami Anies lagi sebelum pelantikan presiden baru Oktober 2024. Siapa tahu?

Oleh: Dhimam Abror Djuraid, founder kempalan

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.