Syukuri  Kemenangan Prabowo-Gibran, Khofifah Imbau Tidak Ada Euforia Berlebihan

waktu baca 2 menit
Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Khofifah Indar Parawansa bersama Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk lima tahun ke depan.

SURABAYA-KEMPALAN:  Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Khofifah Indar Parawansa  mensyukuri  penetapan hasil Pemilu 2024 dengan kemenangan pasangan Prabowo-Gibran. Namun demikian Khofifah mengimbau seluruh pendukung Prabowo-Gibran agar tidak melakukan aksi euforia berlebihan saat merayakan kemenangan.

“Pengumuman ini sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Dan Alhamdulillah hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan 96 juta lebih pemilih yang mempercayakan paslon Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode lima tahun ke depan,” kata Khofifah di kediamannya di Jemursari, Surabaya, Kamis (21/3).

“Saya berharap semua pihak bisa mengendalikan diri dan menerima hasil Pemilu 2024 dengan bijak. Bagi pendukung, simpatisan, relawan Prabowo-Gibran sebaiknya tidak perlu ada euforia berlebihan saat merayakan kemenangan. Cukup doakan saja Bapak Prabowo  dan Bapak Gibran mampu membawa kebaikan dan kemajuan bagi Indonesia,” sambungnya.

Sebagai informasi pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menang dalam Pilpres 2024 berdasarkan hasil rekapitulasi suara 38 provinsi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Keputusan itu ditetapkan Ketua KPU Hasyim Asy’ari dalam Keputusan KPU bernomor 360/2024 pada rapat pleno pengumuman rekapitulasi nasional Pemilu 2024, Rabu (20/3).

Hasilnya, Prabowo-Gibran menang di 36 dari 38 provinsi di Indonesia. Mereka juga unggul dalam pemungutan suara di luar negeri. Dua provinsi lainnya dimenangkan oleh Anies-Muhaimin. Sementara itu, Ganjar-Mahfud tak menang di provinsi mana pun.

Lebih lanjut, Khofifah juga menyampaikan ucapan rasa syukurnya karena Pemilu 2024 berjalan dengan aman, damai, lancar, dan menggembirakan. Menurutnya, pasca penetapan hasil rekapitulasi oleh KPU selayaknya para elite politik untuk memberikan kesejukan dan tidak membuat suasana damai tersebut menjadi keruh dengan narasi-narasi yang memberikan tensi  disharmoni.

“Hasil dari pilihan rakyat ini harus bisa diterima seluruh pihak. Namun, apabila merasa tidak puas akan hasilnya, sebaiknya menggunakan jalur-jalur konstitusional yang diatur oleh peraturan  perundang-undangan,” pintanya.

Sementara itu, kepada seluruh masyarakat khususnya di Jawa Timur, Khofifah berpesan untuk kembali bersatu meski berbeda pilihan. Khofifah menyebutnya sebagai proses rekonsiliasi massal karena harus dilakukan di tingkatan elit politik, tokoh masyarakat, hingga masyarakat luas.

“Pemilu sudah selesai, saatnya kita kembali bergandengan tangan, hidup rukun dan damai, serta merajut hubungan yang mungkin sempat kusut karena perbedaan pilihan politik. Saatnya untuk bersatu dan kembali membangun Jawa Timur menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *