Polresta Sidoarjo Ungkap Dua Kasus Peredaran Sabu Senilai Rp 718 Juta

waktu baca 2 menit
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, Wakapolresta AKBP Deny Agung Andriana, Kasatresnarkoba Kompol Rudy Prabowo, Kasihumas Iptu Tri Novi Handono menunjukkan barang bukti saat jumpa pers di Polresta Sidoarjo, Jumat (21/7/2023). Foto: Tim Humas Polresta Sidoarjo

SIDOARJO-KEMPALAN: Satresnarkoba Polresta Sidoarjo ungkap kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Taman, Sidoarjo. Dengan barang bukti sabu total 598,02 gram dari dua tersangka di dua lokasi penangkapan.

Tersangka pertama yakni MN, pria 27 tahun asal Kwanyar, Bangkalan, ditangkap polisi di perkampungan Kalijaten, Taman, Sidoarjo, pada 22 Juni 2023 malam. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa dua pocket sabu dengan berat 10,23 gram dan 0,65 gram yang disimpan disaku celana, selanjutnya tersangka ‘dikeler’ ke rumah kos di Kalijaten, Taman, Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Komisaris Besar Polisi Kusumo Wahyu Bintoro, Jumat (21/7/2023), menjelaskan, di tempat kosnya, polisi menemukan barang bukti berupa dua pocket sabu masing-masing berat 101,86 gram dan 35,24 gram. Ada juga tiga pak plastik klip serta timbangan elektrik. Nilainya ditaksir Rp 178 juta.

“Tersangka MN adalah residivis. Ia pernah ditahan selama 4 tahun pada 2018 dalam kasus sabu.. Sekarang ia ditangkap lagi dalam kasus yang sama,” ungkap Kapolresta.

Dua tersangka yang diamankan polisi. (Reha/Kempalan.com)

Kemudian tersangka kedua adalah pria berinisial AAP, 25 tahun asal Medokan Semampir, Surabaya. Ia ditangkap di tempat kosnya di Sepanjang, Taman, Sidoarjo, pada 10 Juli 2023 sore. Karena terbukti mengedarkan sabu, sesuai barang bukti yang terdapat di kamar kosnya saat di geledah polisi.

Barang bukti yang ada pada pria berprofesi sebagai driver ojek online tersebut, antara lain berupa lima pocket sabu dengan berat total 450,04 gram yang disimpan di dalam kotak bungkus susu yang ditaruh di dalam lemari pakaian, seperangkat alat hisap sabu dan satu timbangan elektrik. Jika dirupiahkan nilainya Rp 540 juta.

“Total keseluruhan sabu dari dua tersangka atau dua kasus ini adalah seberat 598,02 gram,” lanjutnya.

Jika ditotal nilai dari dua kasus sabu tersebut harganya ditaksir sekitar Rp 718 juta.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, terhadap MN dan AAP masing-masing dikenakan ancaman hukuman sesuai Pasal 114 ayat (2) pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. Untuk tersangka MN hukumannya bisa bertambah 1/3 masa hukuman. (Muhammad Tanreha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *