Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 09:56 WIB
Surabaya
--°C

Bukan untuk Jaga Kebugaran, Ini Alasan Indra Sjafri Lakukan Rotasi

JAKARTA-KEMPALAN: Indra Sjafri mengungkap alasannya melakukan rotasi saat Indonesia menghadapi Myanmar di laga matchday kedua Grup A SEA Games 2023.

Indonesia berhasil meraih kemenangan telak 5-0 saat menghadapi Myanmar di Stadion Nasional Olimpiade, Phnom Penh, pada Selasa (2/5) malam.

Lima gol Garuda Muda dicetak oleh Ramadan Sananta (31′ dan 59′), Marselino Ferdinan (20′), Fajar Fathur Rahman (73′), dan Titan Agung (87′).

Kemenangan tersebut membuat Indonesia memuncaki klasemen sementara Grup A dengan koleksi enam poin. Mereka unggul dua poin dari Kamboja yang menempati urutan kedua dengan koleksi empat poin.

Pada laga ini, pelatih Indonesia Indra Sjafri melakukan perubahan pada susunan starting lineup, dimana terdapat beberapa pemain baru yang sebelumnya tidak diturunkan pada laga menghadapi Filipina.

BACA JUGA  Pameran Seni Rupa Harry Suliztiarto: Berpihak Pada Luka

Ada empat pemain baru yang jadi starter meski sebelumnya tak diturunkan sejak menit awal di laga melawan Filipina. Empat pemain tersebut adalah Bagas Kaffa, Muhammad Ferrari, Taufany Muslihuddin, dan Fajar Fathur Rahman.

Setelah pertandingan, pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri mengungkap alasan di balik keputusannya melakukan rotasi pada laga melawan Myanmar.

Indra menjelaskan bahwa rotasi tersebut bukan untuk menjaga kebugaran pemain, namun dilakukan untuk mencari komposisi pemain terbaik Indonesia untuk laga-laga selanjutnya.

“Ini pertandingan kedua dari kita dan sesuai dengan rencana kita bahwa pertandingan-pertandingan di grup akan ada rotasi-rotasi pemain bukan dalam rangka recovery karena recovery kita cukup panjang.” kata Indra Sjafri.

BACA JUGA  Menuju Porprov X Jatim 2027: KONI Sidoarjo Sosialisasikan PORKAB dan Legitimasi Plt Ketua

“Ini dalam rangka mencari The Dream Team untuk nanti kita insyaallah tampil di semifinal dan final.” tambah pelatih berusia 60 tahun itu.

“Kami tim pelatih berusaha membuat periodisasi persiapan dimana nanti puncaknya di semifinal dan final. Seperti yang diketahui kesulitan hampir mungkin di setiap negara yang pemain-pemainnya hadir dengan terhambat karena adanya kompetisi.” ucap Indra.

“Mereka telah menyelesaikan kompetisi selama enam bulan tentu dari peak mulai turun dan sekarang pelan-pelan kami mulai naikkan lagi.” tutup pelatih kelahiran 1963.

(*) Edwin Fatahuddin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.