JAKARTA-KEMPALAN: Sekjen PSSI, Yunus Nusi menyebut bahwa isu suap yang dilakukan PSSI untuk menghentikan kompetisi Liga 2 merupakan isu yang tidak masuk akal.
PSSI saat ini sedang terkena isu negatif. Federasi Sepakbola tertinggi di Indonesia itu dikabarkan telah menyuap beberapa klub di Liga 2 agar setuju untuk menghentikan kompetisi.
Namun, isu tersebut dibantah oleh Sekjen PSSI Yunus Nusi. Mantan Ketua KNPI Kaltim itu bahkan menyebut bahwa isu tersebut tak masuk akal.
Yunus juga menegaskan bahwa isu tersebut tak dibahas dalam Owner’s Club Meeting yang berlangsung pada Selasa (24/1).
“Masa Liga 2 mau disuap 15 juta. Di sana orang kaya semua. Masuk akal juga enggak.” kata Yunus Nusi, dikutip dari BolaSport.
Isu suap tersebut mulai muncul setelah beredar kabar bahwa ada kesepakatan diantara 20 klub di Liga 2 untuk menghentikan kompetisi.
PSSI disebut menjadi dalang yang membentuk kesepakatan diantar klub-klub tersebut. Manajer Persipura Jayapura, Yan Mandenas bahkan mengklaim bahwa PSSI melakukan pemalsuan tanda tangan dengan imbalan uang sejumlah Rp 15 juta.
Yunus juga mengatakan bahwa PSSI menipu sejumlah klub dengan tidak mengatakan bahwa tanda tangan tersebut akan digunakan sebagai persetujuan penghentian Liga 2.
“Tanda tangan sebagian dipalsukan. Banyak klub yang sudah mengadu. Karena tanda tangan itu dikasih uang transport Rp 15 juta per klub.” kata Yan Mandenas.
“Tapi klub tak tahu itu untuk menghentikan liga. Yang kami tahu adanya adalah tanda tangan kehadiran di Manager’s Meeting.” tambahnya.
Sementara itu, keputusan terkait kelanjutan kompetisi Liga 2 akan ditentukan lewat Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di bulan Februari mendatang.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi