Rabu, 27 Mei 2026, pukul : 13:59 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah Tekankan Pentingnya Pola Hidup Sehat Cegah Stunting Sejak Dini

GRESIK-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa salah satu langkah efektif dalam pencegahan dan mempercepat penurunan stunting yakni dengan menerapkan pola hidup  sehat sejak usia remaja.

Ditegaskan Khofifah bahwa pola hidup sehat ini yang harus diikuti dari seluruh jenjang usia dan dilaksanakan sejak usia remaja  guna memangkas terjadinya stunting di Jawa Timur.

“Pencegahan stunting  harus dilaksanakan sejak usia remaja.  Utamanya anak-anak muda yang saat ini bersekolah di jenjang SMP. Karena pencegahan stunting jika dilakukan setelah  menikah dirasakan sudah  terlambat,” katanya saat mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Dudung Abdurahman pada talkshow Program Penurunan Stunting di GOR Pusponegoro, Kab. Gresik, Kamis (1/9).

Gubernur Khofifah mengatakan, bahwa life cycle atau lingkaran kehidupan dimulai dari usia balita, remaja, usia nikah, usia kehamilan, melahirkan hingga usia lansia harus menerapkan Pola Hidup Sehat.

Jikalau proses pencegahan stunting dimulai dari proses pernikahan sampai proses kehamilan sebenarnya sudah  terlambat. Oleh karenaya pola hidup sehat harus menjadi perhatian penting.

“Jadi kepada anak anakku sejak usia SMP kalian harus menerapkan pola hidup sehat yang akan menjadi awal fisik yang sehat dan ketika menikah dan yang perempuan hamil melahirkan juga  lahir bayi yang sehat kelak tumbuh kembangnya juga sehat. Secara berkelanjutan dan tersistem  maka stunting bisa  diturunkan  signifikan di Jawa Timur,” ujarnya.

Khofifah menegaskan bahwa untuk menurunkan.stunting secara signifikan dibutuhkan format pendekatan yang komprehensif, antara lain bapak dan bunda asuh stunting di daerah. Diharapkan ada keberlanjutan pendampingan dan pengawalan sehingga berbagai kebutuhan gizi bayi balita dan anak stunting dapat dimaksimalkan.

BACA JUGA  Siasat Akademik SMA ITP Surabaya: Mengantar 30 Siswa Menembus PTN Favorit pada SNBT 2026

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, terus membangun sinergi sedetail mungkin bersama seluruh elemen strategis dengan melibatkan peran serta Forkopimda maupun Bupati/Wali Kota.

Bahkan, rapat koordinasi terus dilakukan secara khusus membahas tentang percepatan penurunan stunting di Jatim. Tak hanya itu, Pemprov Jatim bersama Pemkab/Pemkot terus melakukan pemetaan sedetail detailnya.

“Saya yakin kehadiran Bapak KSAD di Jatim dalam mengukuhkan Bapak Bunda Asuh Anak Stunting di Gresik ini gaungnya bisa diikuti di seluruh Indonesia. Apa yang dicontohkan oleh Bapak KSAD ini adalah bentuk referensi dari upaya gotong royong menangani dan mengatasi permasalahan serius di tengah tengah masyarakat,” urainya.

Sampai saat ini Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, prevalensi stunting di Jatim sebesar 23.5 persen yang artinya di bawah rata rata nasional yang mencapai 24.4 persen. Pemprov Jatim terus berupaya bekerja keras agar penurunan stunting bisa dilakukan secara  lebih masif di 38 kab/kota di Jatim.

Di tempat yang sama, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Dudung Abdurahman mengatakan,  kehadirannya di Gresik Jatim ini untuk melihat realisasi dari implementasi penanganan anak anak stunting sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Pada hari ini juga, lanjut KSAD, dilakukan pengukuhan para pejabat di lingkungan Gresik untuk selanjutnya dijadikan bapak dan bunda asuh anak  stunting.

BACA JUGA  Tiap Orang Punya Mekanisme Memecahkan Problemnya

“Kesemuanya ini adalah harapan kita semua sejalan arahan dari Bapak Presiden agar stunting di Indonesia bisa ditekan dan diturunkan melalui bapak dan bunda asuh ini menjadi 14 persen,” tegasnya.

Gubernur Khofifah menyapa ibu yang membawa bayinya di acara talkshow Program Penurunan Stunting.

Jenderal Dudung memastikan bahwa peran TNI-AD akan senantiasa membantu pemerintah daerah dan BKKBN dalam mempercepat penurunan stunting di Indonesia.

“Mudah mudahan anak anak stunting di wilayah Gresik dan Prov. Jatim bisa turun kasusnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan pemberian makanan tambahan bagi balita stunting dan ibu hamil.

Kagumi Kampung Pancasila

Setelah mengukuhkan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting, KSAD bersama Gubernur Khofifah melanjutkan kunjungan di Kampung Pancasila Kelurahan Sukorame Gresik. Tampak, KSAD Jenderal Dudung merasa kagum bahwa Pancasila bisa diimplementasikan di tingkat kelurahan dengan menggandeng semua elemen suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Saat memberikan semangat dan motivasinya, KSAD menyatakan bahwa kampung Pancasila di dirikan dilatarbelakangi dari adanya pihak yang mengancam NKRI. Dan yang bisa menguatkan itu adalah Pancasila melalui budaya gotong royong.

Maka dari itu, Kampung Pancasila seperti ini harus diperkuat dan disebarluaskan sebagai bentuk kecintaan masyarakat terhadap Pancasila.

Kampung Pancasila ini menerapkan nilai-nilai Pancasila dan menjadi kampung percontohan penerapan Pancasila. Kampung yang berpenduduk 70 KK ini memiliki keberagaman suku bangsa. Di antaranya suku Jawa, Madura, dan Bugis. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.