Awal mula nama Rawon Setan juga tidak muncul dari ide pemiliknya, tetapi diberikan oleh para pelanggannya. Penjual rawon itu membuka warung kecil di pinggir jalan pada malam hari sampai menjelang subuh. Sebagaimana warung kecil pada umumnya, warung rawon itu juga tidak punya nama.
Para pelanggannya kebanyakan orang-orang yang kerja malam hari atau orang-orang yang bekerja di industri hiburan malam. Tidak jarang terlihat wanita-wanita pekerja malam–dengan masih mengenakan ‘’pakaian dinas’’ yang serba seksi–makan di warung itu. Dari kombinasi faktor buka malam dan pelanggan-pelanggan yang melek malam itulah kemudian muncul sebutan rawon setan.
BACA JUGA: Ojo Kesusu, Ojo Keliru
Penyebutan dari mulut ke mulut itu menjadi berkah bagi pemilik warung. Pelanggannya semakin ramai dari berbagai kalangan. Warungnya kemudian dibangun lebih besar dan rapi, dan di depan warung tertulis papan nama besar ‘’Rawon Setan’’.
Nama yang seram ternyata membawa berkah. Sekarang Rawon Setan menjadi salah satu ikon wisata kuliner paling terkenal di Surabaya. Setiap wisatawan kuliner yang berkunjung ke Surabaya selalu akan mampir ke Rawon Setan.
Sukses Rawon Setan mengilhami munculnya rawon-rawon yang lain, misalnya ‘’Rawon Kalkulator’’ di kompleks Taman Bungkul. Sama dengan rawon setan, nama rawon kalkulator juga tidak muncul dari pemilik warung. Nama itu muncul dari pelanggan yang melihat ulah lucu pelayan warung yang bisa menghitung dengan cepat seperti kalkulator.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi