Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 00:36 WIB
Surabaya
--°C

Cerita saat Anies Baswedan Masih Mahasiswa Berdebat Hebat dengan Pejabat UGM

YOGYAKARTA–KEMPALAN: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat kuliah di UGM Yogyakarta pernah menjabat sebagai Ketua Senat. Selama menjadi Ketua Senat, aktivitas kemahasiswaan kampus di Bulaksumur ini cukup dinamis, baik di kegiatan intra maupun ekstra. Banyak kegiatan positif terselenggara dengan sukses.

Salah satu program Senat dan BEM UGM Yogyakarta saat itu, yakni kunjungan ke Senayan, belajar politik di DPR RI. Pengurus Senat dan BEM kunjungan ke parlemen dengan didampingi dosen pembimbing.

Dosen pembimbing ini yang memilih dari pengurus Senat dan BEM, sedangkan pihak pimpinan kampus yang menyetujui atau tidaknya usulan tersebut.

“Di situlah terjadi perdebatan hebat antara Anies Baswedan selaku Ketua Senat dengan seorang pimpinan kampus,” kata Ketua BEM UGM Yogyakarta saat itu, Agustinus Anindya di Yogyakarta, Senin, 15 Agustus 2022.

BACA JUGA  Misi Emas Porprov X: Skuad Voli Putra Surabaya Mulai Terbentuk

Anin, sapaan akrabnya, menjadi saksi mata yang secara langsung melihat perdebatan itu. Kebetulan Anin dan Anies ini yang menyodorkan nama dosen yang diminta untuk menemani Senat dan BEM ke DPR RI. “Jadi mahasiswa (Senat dan BEM) sudah memilih dosen, tapi ditolak oleh pejabat universitas,” katanya.

Anin masih ingat dosen yang diplih untuk mendampingi Senat dan BEM Yogyakarta ini kebetulan Kristiani, namun memiliki kemampuan lebih mumpuni di bidangnya. “Usulan kami ditolak oleh pejabat kampus karena dosen yang kami pilih Kristiani,” ungkapnya.

Anin mengatakan, Anies tetap memilih dosen Kristiani ini. Anies mendebat luar biasa alasan pimpinan kampus yang menolak hanya karena beragama Kristiani. “Saya menyaksikan langsung perdebatan langsung antara Anies dengan seorang pimpinan kampus itu. Perdebatannya luar biasa waktu itu,” ungkapnya.

BACA JUGA  Dari Mana Asal Mula NPD?

Namun pada akhirnya, keputusan di tangan pejabat kampus. Dosen yang akhirnya menemani pengurus Senat dan BEM ke DPR RI merupakan dosen yang dipilih pimpinan kampus. Dosen yang kurang memiliki kemampuan di bidangnya dan lebih yunior dibanding usulan Senat dan BEM. “Dosen Kristiani yang kami usulkan akhirnya ditolak, yang berangkat menemani kami dosen yang dipilih pejabat kampus,” tuturnya.

Pada kejadian ini, Anin menggarisbawahi, Anies membela dosen Kristiani karena memiliki kemampuan di bidangnya dibanding dosen lainnya. “Anies seorang yang proporsional dan profesional,” tegasnya. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.