Rabu, 22 April 2026, pukul : 04:42 WIB
Surabaya
--°C

Penerimaan BPDPKS Diprediksi Tidak Capai Target Gara-gara Ekspor CPO Turun

JAKARTA-KEMPALAN: Wawan Sunarjo, Direktur Penerimaan Negara Bukan Pajak Kementrian/Lembaga, Kementrian Keuangan (Kemenkeu), memprediksi bahwa penerimaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tahun 2022 tidak akan mencapai target.

BPDPKS 2022 akan terealisasi sebesar Rp40 triliun karena volume serta harga CPO mengalami penurunan. Proyeksi tersebut turun sebesar 32 persen dari target penerimaan BLU kelapa sawit, yaitu sebesar Rp59,3 triliun.

“Sampai akhir tahun outlook pendapatan BLU kelapa sawit tidak akan mencapai target Perpres 98 Tahun 2022 sebesar Rp 59,3 triliun, diperkirakan sekitar Rp 40 triliun saja penerimaannya sampai akhir tahun ini,” katanya pada Kamis (4/8/2022).

Ia juga menjelaskan bahwa pendapatan BLU pengelolaan dana perkebunan kelapa sawit atau BPDPKS sudah tercermin dari periode Januari-Juni yang hanya sebesar Rp25,22 triliun jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp39,07 triliun.

Penurunan tersebut juga disebabkan karena adanya kebijakan pelarangan keran ekspor CPO atau minyak sawit mentah dan minyak goreng yang diberlakukan pada 28 April sampai 22 Mei 2022 lalu. Hal ini menekan penerimaan BLU kelapa sawit.

“Ini disebabkan karena turunnya volume ekspor dan dampak dari pelarangan ekspor CPO,” pungkas Wawan.

Selain itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (BNPB) dari Badan Layanan Umum (BLU) yang dicatat oleh Kementrian Keuangan per Juni 2022 adalah sebesar 43,3 persen dari target Rp105,8 triliun atau mencapai Rp45,8 triliun.

“Ini satu-satunya kelompok PNBP yang mengalami penurunan karena dampak dari sawit dan turunannya sempat dilarang untuk diekspor. Tentu itu berdampak kepada penerimaan BLU kelapa sawit,” tutur Isa Rachmatarwata, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Kamis (4/8/2022).

Pada semester I-2022 ini, realisasi pendapatan dari BLU turun sebesar 24 persen atau Rp14,5 triliun jika dibandingkan pada periode yang sama dengan tahun lalu sebesar Rp60,3 triliun.

Sampai pada semester I-2022, khusus pendapatan pengelolaan dana perkebunan kelapa sawit turun 35,4 persen atau sebesar Rp25,22 triliun jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp39,07 triliun.

Namun, penurunan pendapatan yang dialami BLU tidak membuat total dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadi berkurang juga karena penerimaan dari kekayaan negara dipisahkan (KND), migas, non migas, dan pendapatan PNBP lain mengalami peningkatan. (Detik/Beritasatu/CNN, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.