Minggu, 7 Juni 2026, pukul : 08:55 WIB
Surabaya
--°C

Pagi Batu

Sulit dibedakan apakah lokasi ini sekolah, tempat rekreasi, fasilitas outbound, permainan, spot berfoto, dan kafe. Semua ada di situ. Siswa yang sudah mendapat pelajaran kewirausahaan langsung mempraktikkannya: jadi pelayan cafe, jadi pemandu wisata, jadi kasir, jadi pengelola tiket, jadi pengawas, dan jadi apa saja.

Sekolah lain banyak yang mengirim siswa ke SPI. Rekreasi yang bernuansa pendidikan. Menyenangkan. “Anak-anak yang ke sana senang sekali. Di sana yang melayani anak-anak sebaya,” ujar ustad Ali Wahyudi, pimpinan madrasah modern Tursina Batu. “Kami sering mengirim santri rekreasi ke sana,” ujar Ali.

BACA JUGA: Bisik-bisik Keras

Saya pun mendapat kontak ke SPI.

“Berapa banyak murid wanita yang dicabuli pimpinan sekolah?” tanya saya.

BACA JUGA  Investasi Rahim Bangsa: Cara Tjiwi Kimia Menjaga Saham Masa Depan Lewat GP2SP

“Kenapa bapak bertanya begitu?” jawabnyi, balik bertanya.

“Lho kan di media disebutkan begitu,” jawab saya.

“Itulah Pak. Kami juga heran di sini,” katanyi.

Julianto kini sedang diadili. Di Pengadilan Negeri Malang.

Proses peradilan itu ternyata sudah sejak tahun lalu. Bukan mulai baru-baru ini. Rabu kemarin sidangnya memasuki tahap penuntutan. Jaksa akan menuntut Julianto dihukum berapa lama. Ternyata sidang kemarin itu ditunda.

Awalnya Julianto diadukan oleh seorang mantan siswi. Juga mantan karyawan. Asal Madiun. Namanyi: Sheren Della Sandra. Isi pengaduannyi: Julianto melakukan pencabulan dan kekerasan seksual kepada diri Sheren.

Kapan pencabulan itu dilakukan? Sudah lama: 12 tahun yang lalu.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.