Sang petugas meninggalkan kami. Ia pun menuju apron. Saat itu pesawat kecil mulai memperdengarkan suara mesin. Akan ada pesawat mendarat. Petugas tadi memandu di mana pesawat nanti harus berhenti. Penumpangnya turun. Delapan orang. Sang petugas menurunkan bagasi. Mengangkutnya ke ruang kedatangan –yang juga ruang tunggu keberangkatan.
Selesai.
Lalu petugas tadi melayani kami untuk check in. Menerima bagasi. Menimbangnya. Cepat sekali. Cekatan. Delapan penumpang selesai check in. Kami diminta naik pesawat. Ketika pesawat itu mengudara si petugas pulang. Bandara dikunci lagi. Sampai pada jam kedatangan pesawat berikutnya.
BACA JUGA: Surat Cinta
Saya bayangkan bandara Logan lebih kecil dari itu. Tapi mungkin selalu ada orang. Ada perusahaan penerbangan yang berkantor di situ. Tentu itu perusahaan kecil yang tidak punya pesawat penumpang besar.
Yang jelas MARPAT memiliki Huey yang legendaris. Memeliharanya. Merawatnya agar tetap bisa terbang. Seadanya. Tidak ada peralatan recording di cockpit-nya. Kelihatannya sengaja tidak ditambahi peralatan modern. Biar tetap antik seperti aslinya. Maka analisis penyebab kecelakaan menjadi lebih sulit. Tidak ada bantuan rekaman apa pun. Hanya mengandalkan kondisi fisiknya.
Jenis helikopter ini N98F, Bell UH-1B. Huey adalah nama julukan. Nama itu ditulis di hidung helikopter. Sejak bertugas di Vietnam.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi