Tak heran reputasi Anies menarik perhatian banyak orang diberbagai penjuru kota dan desa di Indonesia.
Dukungan agar Anies menjadi presiden Indonesia di 2024 mulai mengalir dan berdatangan, misalkan massa dan sebagian elit PPP sudah mulai menyuarakan dukungannya agar Anies direkomendasi menjadi calon yang didukung.
Hal yang sama terjadi di PAN yang dilakukan oleh massa dan elit PAN. Sebagaimana yang terjadi di PPP, suasana kegelisahan bahwa bangsa ini mengalami persoalan dan hanya Anies yang akan mampu membawa bangsa ini keluar dari kesulitan yang ada, para warga PAN dan elitnya sudah mulai menyuarakan dukungannya agar PAN menjadikan Anies sebagai calon yang didukung.
BACA JUGA: Melawan Oligarki
Meski PPP dan PAN adalah partai yang selama ini menjadi koalisi pemerintahan Joko Widodo, namun asprasi massanya lebih condong ke Anies dibanding calon yang didukung oleh istana.
Nampaknya suasana kebatinan massa PAN dan PPP, ditangkap lebih tegas oleh Partai Nasdem, melalui rakernas yang diadakan tanggal 15 – 17 Juni 2024, Partai Nasdem memutuskan Anies sebagai salah satu calon yang direkomendasikan dengan didukung oleh 32 DPW dari 34 DPW yang ada.
Bandul yang diayun oleh Partai Nasdem nampaknya juga mengenai pada massa dan elit PKS, melalui Rapimnas yang diadakan, PKS menyuarakan kriteria calon presiden yang akan didukung. Publikpun mahfum bahwa kriteria yang dibangun oleh PKS mengarah pada Anies Baswedan. Bahkan berdasarkan survey internal PKS yang disampaikan oleh wakil majelis syuro, Sohibul Iman, 60 % warga PKS menginginkan Anies menjadi calon presiden.
Secara terpisah, Megawati melalui sekolah Partai yang diselenggarakan, mengatakan bahwa PDIP tidak akan toleransi kepada kadernya yang bermain dua kaki, ini diasumsikan sebuah pernyataan yang merespon rekomendasi Partai Nasdem terhadap Ganjar Pranowo. Bahkan dengan tegas Megawati mempersilahkan siapapun kader yang bermain dua kaki agar keluar dari PDIP.
Tentu bukan tanpa maksud Megawati mengatakan hal seperti itu, apalagi dalam pidatonya, Megawati juga menyinggung persoalan Gender. Ini bisa dimaknai bahwa calon PDIP tidak hanya laki – laki tapi bisa jadi juga perempuan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi