JAKARTA–KEMPALAN: Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Pujo Basuki Rahmat mengatakan, Formula E dengan MotoGP punya segmen yang berbeda.
Tentu kata dia, ini menjadi faktor pembeda dalam sukses pelaksanaannya.
Ia menjelaskan, MotoGP Mandalika yang diadakan beberapa bulan lalu menjadi pelajaran bagi penyelenggaraan Formula E di Jakarta. Itu karena MotoGP masih dinilai belum sukses.
“Karena komplain dari para penonton terutama yang datang dari luar daerah sangat tinggi, kemudian kesiapan panitia yang sangat amburadul,” katanya, Kamis, 2 Juni 2022.
Oleh karena itu, kata dia, penyelenggara Formula E harus melihat dan belajar dari MotoGP Mandalika tersebut. Hal itu agar event internasional itu mampu sukses tanpa ada kendala apapun dan Formula E mampu mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.
“Semoga di event Formula E ini, pemerintah DKI Jakarta bersama tim penyelenggara Formula E lebih siap dari MotoGP,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa sirkuit Formula E seluruhnya sudah selesai.
“Kami mengapresiasi kolaborasi dengan berbagai pihak dalam kerja kolosal ini. Lalu, apresiasi atas dukungan tim internasional Formula E yang menyiapkan semua,” jelasnya.
“Dan selamat kepada 22.000 orang pembeli tiket yang akan menjadi saksi sejarah perhelatan perdana Formula E di Indonesia. Sampai jumpa Sabtu ini di Jakarta E-Prix,” ujarnya. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi