SURABAYA-KEMPALAN: DPD Partai Golkar Jatim menggelar vaksinasi booster untuk 500 orang warga di kantornya, Jl. A.Yani Surabaya, Selasa (15/3).
Selain Vaksinasi Booster, Golkar Jatim juga membagikan minyak goreng kemasan satu liter kepada warga yang telah divaksin.
Menurut Ketua DPD Partai Golkar Jatim M.Sarmuji, kegiatan ini dimaksudkan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya. Selain itu, ia berharap agar sebelum Ramadan Covid-19 sudah melandai sehingga status PPKM Dicabut oleh pemerintah.
Dengan demikian, lanjut Sarmuji, masyarakat bisa tenang dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan.
“Jadi, yang utama bukan minyak gorengnya, melainkan vaksinasi boosternya. Ini agar masyarakat Surabaya bisa lebih tenang dalam menikmati Ramadan,” kata Sarmuji.
“Bahkan, kami berharap kalau program vaksinasi booster ini ditingkatkan, status PPKM sebelum bulan Ramadan bisa dicabut oleh pemerintah,” harap anggota Komisi XI DPR RI ini.
Untuk itu, syaratnya masyarakat harus lebih peduli dengan protokol kesehatan. Selain itu, masyarakat juga lebih bisa mengikuti vaksinasi, baik tahap pertama, tahap kedua, maupun sekarang ini (booster).
“Mudah-mudahan instansi yang lain juga bisa mengikuti dengan melaksanakan vaksinasi booster sebanyak-banyaknya,” tutur Sarmuji.
Menurutnya, Golkar Jatim sendiri sudah tiga kali mengadakan program vaksinasi dan sudah berkeliling di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Harapannya, Golkar Kabupaten/Kota mengikuti supaya masyarakat menjadi lebih sehat, dan perekonomian bangkit.
“Saya membayangkan betapa indahnya kalau ekonomi kita bergerak maju tanpa hambatan. Juga mobilitas orang,” tutur pria yang belakangan namanya masuk dalam bursa calon gubernur Jatim.
Sarmuji mengatakan, selama pandemi, sudah dua tahun ini masyarakat muslim tidak bisa menjalankan ibadah tarawih dengan tenang.
“Semoga saja pada Ramadan ini kita bisa leluasa menjalankan ibadah Ramadan tanpa khawatir covid. Apalagi mereka yang PNS, karena aturan pemerintah, mereka tidak bisa mudik. Semoga tahun ini bisa mudik,” kata Sarmuji.
Lebih Nyaman dan Tertib
Menjawab pertanyaan soal vaksinasi berhadiah minyak goreng, Sarmuji menjelaskan bahwa yang dilakukan hari ini karena sesungguhnya untuk memotong rantai distribusi, yang jumlahnya kecil sekali dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat.
“Ini hanya aksi simbolik saja. Yang banyak melakukan operasi pasar adalah pemerintah daerah. Kami tahu bahwa aksi ini sama sekali tidak signifikan, tapi namanya aksi simbolik, kami berharap Menteri Perdagangan (Mendag) tersinggung lalu memperbaiki suplai supaya barang tercukupi,” ujarnya.
“Minyak goreng yang kami bagikan hanya sedikit saja, itupun susah dicari barangnya. Meskipun begitu, secara simbolik dengan cara itu kami ingin menyampaikan kepada pemerintah bahwa urusan minyak goreng ini harus segera diatasi,” pungkas Cak Agar, panggilan akrab Sarmuji. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi