Kamis, 30 April 2026, pukul : 20:35 WIB
Surabaya
--°C

Penyiapan Nakes RSUD Sidoarjo Barat Sempat Diprotes Warga Krian

SIDOARJO-KEMPALAN : Untuk memenuhi kebutuhan launching Maret 2022 agar RSUD Sidoarjo Barat di Krian bisa beroperasi, Dinas Kesehatan Sidoarjo menyiapkan 145 tenaga ahli kesehatan. Dari 145 tenaga Ahli tersebut berasal dari hasil rekrutmen dan mutasi dari tenaga ahli kesehatan yang di miliki Dinkes Sidoarjo.

“Dengan hanya 145 orang itu setidaknya RSUD Sibar di Krian sudah bisa membuka layanan rawat jalan dan Instalasi Gawat Darurat saja. Sedangkan lain-lainnya akan dilakukan bertahap,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, drg. Syaf Satriawarman.

Dikatakannya, nantinya RSUD Sidoarjo Barat ini akan membuka 10 layanan poli rawat jalan, layanan operasi dan juga rawat inap berkapasitas 154 tempat tidur. Selain itu juga ada laboratorium dan juga apotek dan fasilitas pendukung lainnya sebagaimana stardar rumah sakit tipe C. Jadi nantinya RSUD Sidoarjo Barat di Krian ini membutuhkan 900-1000 lebih karyawan.

“Karena itu jangan khawatir. Masih akan dibuka lagi lowongan berikutnya. Sebab untuk memenuhi kebutuhan RSUD type C butuh tenaga 900-1200 tenaga kerja ” katanya dalam Rapat engar Pendapat dengan Komisi D dan OPD terkait di ruang sidang paripurna DPRD Sidoarjo, padavJumat (18/02/2022).

Kebutuhan personel non medis yang akan segera direkrut adalah tenaga kebersihan dan juga keamanan. Hanya saja pemenuhannya akan diserahkan pada pihak ketiga yang saat ini masih dalam proses lelang tender.

“Insyaallah akhir Pebruari ini atau awal Maret sudah dapat pemenangnya. Kalau perlu nanti di kontrak kerjanya akan kami cantumkan persyaratan khusus, pekerjanya harus diambil dari warga Krian,” terang drg. Syaf Satriawarman.

Sedangkan terkait proses rekruitmen yang dilakukannya saat ini diikuti 8.848 pelamar dari berbagai daerah. Namun yang terbanyak tetap dari Sidoarjo sendiri, termasuk warga pemegang KTP Krian. Dari jumlah itu lebih dari 1900 telah memenuhi standar administrasi yang disyaratkan panitia seleksi.

“Masalahnya kami hanya diberi dana Rp 161 juta untuk menggelar proses seleksi ini. Sedangkan biaya tesnya Rp 500 ribu per orang. Jadi kami pusing sekali dan sangat bingung karena harus memilih maksimal 380 orang yang akan mengikuti seleksi tes tulis, tes psikologi dan wawancara,” keluhnya.

Untuk itu ia terpaksa  merangking lagi ribuan pelamar kerja untuk berbagai posisi di sisi medis dan non medis itu berdasarkan domisili, IPK dan juga pengalaman. “Hasilnya dari 380 orang yang dipanggil untuk mengikuti tes itu, 148 orang diantaranya adalah warga Krian dan sekitarnya ,” jelas drg. Syaf.

Bukan hanya itu, dalam tes yang berlangsung beberapa waktu lalu, warga Krian juga sudah sangat diistimewakan dengan mendapatkan tambahan 50 poin. Sedangkan untuk warga Sidoarjo lainnya hanya diberi tambahan 30 poin.

Rapat Dengar Pendapat yang dipimpin Ketua Komisi D, Dhamroni Chudlori yang didampingi para Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Bambang Riyoko dan Kayan itu digelar sebagai tindak lanjut dari aksi warga Krian dan mahasiswa ke DPRD Sidoarjo, pada Rabu (16/02/2022) lalu.

Aksi itu digelar lantaran mereka menganggap proses rekruitmen tersebut tidak transparan karena banyak warga Krian yang digugurkan hanya berdasarkan seleksi administratif saja. Mereka minta agar diberi kesempatan mengikuti tes sebagai bentuk pemberian prioritas khusus pada warga Krian sebagaimana dijanjikan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor sebelumnya. (Ambari Taufiq)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.