Senin, 15 Juni 2026, pukul : 17:58 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah Langsung Turun ke Lokasi Tangani Banjir Bandang di Kota Batu

Di Kec. Bumiaji, Dusun Sambong dan Dusun Beru di Desa Bulukerto, Desa Sumberbrantas, Dusun Gemulo di Desa Punten dan sekitaran Jl. Raya Dieng Desa Sidomulyo menjadi wilayah terdampak banjir bandang. Sedangkan satu lainnya berada di Jl. Raya Selecta Desa Tulungrejo Kec. Batu.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Perusahaan Umum Jasa Tirta I, hujan di hari kejadian adalah 80 mm kumulatif yang berlangsung selama 2 jam. Sedangkan di bagian hulu, terjadi hujan lebih deras lagi dengan nilai 100 mm dalam kurun waktu yang sama, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.

“Karena prediksi masih ada hujan susulan, maka diharapkan agar seluruh hunian di bantaran sungai harus segera dievakuasi. Hal ini bertujuan untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi seluruh hunian di bantaran sungai. Evakuasi adalah yang tengah kita fokuskan pada masa Tanggap Darurat seperti saat ini,” ujar Khofifah yang datang didampingi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko

BACA JUGA  Sabet Runner-Up Australian Open 2026, Mahasiswa S2 IKOR FIKK UNESA Buktikan Predikat Kampus Pembina Olahraga Terbaik Nasional Bukan ‘Kaleng-Kaleng’

Di Dusun Sambong, Khofifah juga menyaksikan langsung proses evakuasi batang-batang pohon serta lumpur yang terbawa aliran banjir menggunakan bantuan eskavator.  Serta lumpur yang masih ada di sekitaran titik jembatan yang roboh.

Hingga hari ini , evakuasi dan pencarian korban terdampak masih terus dilakukan. Baik dari Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya, BBWS Brantas, Dinas Sosial, BPBD, dan relawan seluruhnya bekerja sama untuk mengatasi musibah ini.

Sampai berita ini diturunkan, tercatat korban meninggal dunia sebanyak dua orang dan belum ditemukan sebanyak lima orang.  Sedang untuk kerusakan akibat dampak banjir bandang sendiri adalah 17 unit rumah rusak, empat kandang ternak rusak, 28 unit motor hanyut, tiga unit mobil hanyut dan delapan ekor hewan ternak hilang.

Terkait proses rehabilitasi dan rekonstruksi, Khofifah mengatakan akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemkot Batu serta Kementerian PUPR RI karena wilayah terdampak aliran banjir masih bagian dari aliran anak sungai Brantas.

BACA JUGA  KTT G7 Akan Bahas Krisis Geopolitik di Tengah Meningkatnya Perpecahan

“Kita sudah membahas kaitannya rekonstruksi secara permanen maupun darurat. Untuk darurat kita akan menyiapkan bronjong dan sand bag sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Mendukung arahan Gubernur Khofifah, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Muhammad Rizal berharap upaya perbaikan baik dari daerah resapan air maupun hulu hilir Sungai Brantas hingga ke DAS-nya harus segera ditindak lanjuti.

“Ditambah lagi saat ini sudah banyak daerah resapan air yang terbuka. Sehingga tanah menjadi erosi dan membawa material itu dalam banjir. Tentunya kita tidak ingin ini terjadi di Sungai Brantas nya. Karena akan jadi bencana yang lebih besar lagi,” katanya.

Direktur Perusahaan Umum Jasa Tirta I Raymond Valiant menuturkan bahwa debit air berangsur mengalami penurunan. Namun demikian, masyarakat tetap diminta waspada karena hujan deras masih berpotensi terjadi.

Menurutnya, selama intensitas hujan di Kota Batu masih cukup tinggi, sehingga kemungkinan terjadinya banjir masih bisa terjadi. (Dwi Arifin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.