Menu

Mode Gelap

kempalanda · 4 Nov 2021 12:19 WIB ·

Peserta Piala Soeratin 2021 Kelompok Usia 15 Tahun Jadi Polemik


					Dhany, pencetak dua gol dari SSA saat menghadapi Semut Hitam di Piala Soeratin U15 Askot PSSI Surabaya (1/11/2021) di stadion Polda Jatim. Perbesar

Dhany, pencetak dua gol dari SSA saat menghadapi Semut Hitam di Piala Soeratin U15 Askot PSSI Surabaya (1/11/2021) di stadion Polda Jatim.

Oleh: Dr. Imam Syafii (Indonesia Soccer Academy)

KEMPALAN: Surat Edaran PSSI tentang kompetisi amatir dan usia muda 2021, khususnya terkait dengan peserta Piala Soeratin kelompok usia 15 tahun jadi polemik. Dalam edaran itu disebutkan bahwa peserta kompetisi kelompok usia 15 tahun adalah klub anggota PSSI atau calon anggota PSSI. Kendati demikian, Asprov PSSI Jawa Timur tetap menyertakan Sekolah Sepak Bola (SSB) terafiliasi sebagai peserta, seperti tahun-tahun sebelumnya. Sementara di Asprov PSSI Nusa Tenggara Barat tidak mengijinkan SSB terafiliasi ambil bagian dalam jenjang kompetisi tersebut. Perbedaan kebijakan ini mungkin juga terjadi di Asprov PSSI lainnya.

Ketika penulis pertanyakan ke salah satu pengurus PSSI dibagian Departemen Kompetisi, tidak mendapat jawab dan argumen yang konkret. Tahun ini hanya kelompok usia 13 tahun yang diikuti SSB terafiliasi, hanya itu jawabannya. Alasan logis yang diharapkan dapat menghentikan polemik terkait dengan perubahan kebijakan itu tidak muncul.
Menarik diperdebatkan, mengingat tahun-tahun sebelumnya kelompok usia 15 tahun selalu diikuti peserta dari SSB. Apalagi saat ini SSB terafiliasi sudah menjadi anggota PSSI di tingkat Asosiasi Kabupaten atau Kota beradasarkan statuta PSSI. Selain itu, SSB merupakan wadah pembinaan pemain usia muda, termasuk usia 15 tahun. Basis pembinaan pemain usia muda saat ini masih berada di SSB dan sebagian kecil saja klub anggota PSSI yang ada di Liga 1, 2 dan 3 yang melakukan pembinaan usia muda.

Fakta di lapangan menunjukkan ketika klub anggota PSSI hendak membentuk tim Elite Pro Academy (EPA) ataupun Tim Soeratin pasti membuka seleksi pemain yang mayoritas berasal dari SSB. Artinya apa, klub anggota PSSI belum punya pemain muda yang mereka bina sendiri.

Dari sisi pembiayaan, bagi klub saat ini bisa menjadi sangat memberatkan karena selain menanggung biaya tim seniornya juga harus menanggung tim usia mudanya. Tidak heran kalau tahun ini, ada beberapa klub Liga 1 yang menyerahkan pengelolaan tim EPAnya ke pihak lain agar tetap bisa ikut kompetisi.

Sudah saatnya PSSI memikirkan tata kelola kompetisi usia muda di masa mendatang supaya bisa meringankan beban klub anggotanya. Misalnya, klub Liga 1 hanya diwajibkan menyiapkan tim EPA usia 16, 18 dan 20 tahun, sedangkan klub Liga 2 menyiapkan tim Soeratin usia 15 dan 17 tahun dan klub Liga 3 di kelompok Piala Soeratin usia 13 tahun. Kerjasama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga perlu ditata ulang terkait dengan penyelenggaran kompetisi atau turnamen di usia muda. Piala Menpora harus diformat sebagai wadah kompetisi pemain yang berada di wilayah SSB atau sejenisnya. Keberadaan SSB yang sudah terafiliasi seharusnya diberikan ruang yang lebih luas dalam keikutsertaannya pada kompetisi yang berskala nasional. Pemain mereka membutuhkan jam terbang lebih banyak untuk mematangkan keterampilan bermainnya. Dalam standar FIFA, anak-anak usia 15 tahun sudah membutuhkan 25-30 kali bertanding resmi dalam satu tahun. Jika tidak difasilitasi lewat kompetisi yang berskala nasional maka sulit target bertanding mereka terpenuhi.

Pemanduan Bakat

Selain kompetisi, perlu menjadi perhatian serius adalah pemanduan bakat. Selanjutnya, pemain berbakat yang terpantau lewat kompetisi usia muda diberikan kesempatan mengikuti program latihan dan berkompetisi di negara yang sudah maju persepakbolaannya. Program Garuda Select patut dipertahankan dan ditingkatkan karena sudah terbukti menghasilkan pemain yang laku bermain di klub-klub Eropa, seperti Witan Sulaiman (Lechia Gdansk), Egy Maulana Vikri (FK Senica), Bagus Kahfi (FC Utrecth) dan Bryliyan Aldama (HNK Rijeka).

Kini ada kabar baik bagi pemain sepak bola muda Indonesia. Selain program Garuda Select, yang merupakan kerjasama PSSI dengan Mola TV, Erick Thohir dan Anindya Bakrie juga punya program mengirimkan talenta-talenta muda Indonesia untuk bergabung dengan tim League One, Liga Inggris, Oxford United. Konon klub tersebut akan dibeli mereka untuk dijadikan sebagai wadah untuk mengasah jam terbang pemain muda Indonesia di Eropa. Semakin banyak pemain muda yang mendapat kesempatan mengembangkan diri di lingkungan sepak bola yang maju, akan semakin membuka peluang untuk meningkatkan prestasi sepak bola nasional. (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

Artikel ini telah dibaca 794 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Tentang Suara

4 Desember 2021 - 12:24 WIB

Teladan Bagi Wanita Muslimah

30 November 2021 - 13:00 WIB

In Memoriam: Bens Leo, Wartawan Berpembawaan Tenang dengan Wajah Selalu Berhias Senyum

30 November 2021 - 11:18 WIB

Pada Sekerat Daging Ada Kezaliman yang Tak Termaafkan

29 November 2021 - 12:21 WIB

Keakraban yang Hilang

26 November 2021 - 09:26 WIB

Guru

25 November 2021 - 14:26 WIB

Trending di kempalanda