SUMENEP-KEMPALAN-Demonstrasi aliansi BEM Sumenep ke Pemkab Sumenep, Rabu (3/11) untuk menghentikan alih fungsi lahan oleh para investor nakal karena dinilai merugikan warga Sumenep.
“Alih fungsi lahan milik masyarakat itu harus dihentikan,” sebut Nur Hayat, koordinator aliansi BEM Sumenep dalam orasinya.
Selain alih fungsi lahan, pengunjuk rasa juga menyampaikan persoalan kemiskinan dan angka pengangguran yang setiap tahun terus meningkat di Kabupaten Sumenep.
“Solusinya, pemerintah daerah harus hadir dalam meningkatkan produksi pertanian dan menghentikan ulah investor,” tegasnya.
Sayang, Bupati Fauzi dan Wabup Nyai Eva tak bisa ditemui karena ada dinas luar. Demonstran ditemui oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan Pemkab Sumenep, Ahmad Masuni.
Dalam pertemuan itu, Masuni menandatangani apa yang menjadi tuntutan aliansi BEM.
Berikut tuntutan aliansi BEM Sumenep:
- Hentikan alih fungsi lahan di Kabupaten Sumenep.
- Tindak Tegas Tambak udang nakal tanpa terkecuali dan berikan pembinaan terhadap masyarakat
- Tuntaskan masalah kemiskinan di Kabupaten Sumenep
- Tingkatkan produktifitas pertanian di Kabupaten Sumenep
- Hentikan represifitas terhadap mahasiswa
Usai membaca tuntutan, demonstran memilih bubar dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.(ham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi