VANTAA-KEMPALAN: Ambisi Indonesia melangkah lebih jauh dalam turnamen bulutangkis Piala Sudirman 2021 harus berakhir.
Sabtu dini hari (2/10), Indonesia harus menyerah di tangan Malaysia, 2-3, di Energia Areena, Vantaa, Finlandia.
Indonesia pun gagal back to back melenggang ke semifinal seperti yang dicapai pada edisi 2019 di Nanning, China.
Selain itu, dengan tersingkir di babak perempat final, maka Merah Putih pun meneruskan siklus dua tahunannya di Piala Sudirman.
Siklus dua tahunan gagal melangkah ke semifinal itu dimulai setelah keberhasilannya melaju ke semifinal edisi 2011. Dua tahun setelahnya, 2013, Indonesia disingkirkan China pada babak perempat final.
Lalu, pada 2015, Indonesia kembali mampu menempatkan dirinya sebagai semifinalis sebelum disingkirkan tim Negeri Tirai Bambu 1-3. Siklus kegagalan dua tahunan berlanjut pada 2017 saat Indonesia hanya berada di posisi buncit penyisihan grup, di bawah Denmark dan India.
Tanda-tanda Indonesia akan pulang lebih awal sebelum semifinal tahun ini sudah muncul setelah ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menyerah dari pasangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik dalam dua set langsung 12-21 15-21.
Indonesia sempat menyamakan kedudukan setelah tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung bisa mengalahkan tunggal putri Malaysia Kisona Selvaduray lewat rubber game 22-20 18-21 21-19. Sayangnya, Anthony Sinisuka Ginting menyerah di tangan Lee Zii Jia 11-21 16-21.
Ganda putri peraih medali emas Olimpiade 2020 Tokyo Greysia Polii/Apriani Rahayu pun bisa menyamakan kedudukan jadi 2-2. Greys/Apri berhasil mengalahkan pasangan Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan 22-20 17-21 21-18.
Kekalahan rubber game yang dialami pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti pun menutup perjuangan Indonesia. Praveen/Melati menyerah dari Hoo Pang Ron/Cheah Yee See 19-21 21-9 16-21.
’’Saya dan Meli (sapaan akrab Melati) merasa sangat sedih dengan kegagalan ini. Kami mohon maaf kepada masyarakat Indonesia karena tidak bisa menyumbangkan angka dan mengantarkan Indonesia maju ke semifinal,’’ ungkap Praveen dalam keterangan pers PP PBSI.
Bukan hanya siklus dua tahunan yang mengiringi kegagalan Indonesia tahun ini. Kekalahan atas Malaysia juga untuk kali pertama terjadi di Piala Sudirman. (Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi