Di awal 2019 baru dia tampil mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas). Dari situ ia berhasil mengumpulkan poin demi poin karena selalu dapat juara III. “Dua kali kejurnas saya dapat juara III,” akunya.
Karena itu, di PON XX/2021 Papua ini ia sama sekali tidak ditarget meraih medali emas. Yang ditarget justru atlet lainnya yang punya poin lebih bagus di kejurnas.
“Tapi Alhamdulillah, ternyata saya bisa mempersembahkan medali emas buat kontingen Jatim. Saya benar-benar bersyukur,” ucapnya.

Dewinda menekuni olahraga judo sejak 2003. Waktu itu masih berusia sembilan tahun dan duduk di kelas tiga Sekolah Dasar (SD) mau naik ke kelas empat di Surabaya.
“Orang tua saya yang mendaftarkan saya di judo,” ungkap anak kedua dari dua bersaudara pasangan Hadi Trisno dan Misriati yang lahir di Surabaya pada 1994 ini.
Di PON XX/2021 Papua, Dewinda masih akan tampil lagi di nomor beregu kelas -48 kg putri. Ia berharap di nomor ini juga bisa kembali memberikan yang terbaik buat kontingen Jatim. “Insya Allah, mohon doanya,” pungkasnya. Semoga. (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi