JAKARTA-KEMPALAN: Era digital menimbulkan celah untuk adanya peretasan dan pembobolan dalam konotasi negatif oleh hacker. Baru-baru ini, ada sekitar 10 Kementerian dan Lembaga yang jaringan digitalnya diretas oleh Hacker.
Hal tersebut dijelaskan oleh Inskit Group sebagai salah satu peneliti keamanan internet The Record. Bahkan, pembobolan ini dikabarkan juga terjadi kepada pihak Badan Intelijen Negara (BIN). Menurut pihak Inskit Group, kasus pembobolan jaringan digital ini dilakukan oleh oknum hacker dari negara China.
Pihaknya juga menuturkan bahwa oknum hacker asal China ini memang memiliki target untuk melakukan pembobolan jaringan di berbagai negara di Asia Tenggara. Melansir dari The Record pada Jumat (10/9), bahwa pada awal tahun 2021 sempat ada manuver yang mengindikasikan proses peretasan.
Inskit Group pada saat itu memantau bahwa server pengendali dan control bernama malware PlugX sedang bekomunikasi dengan jaringan pemerintah Indonesia. Server ini ketika ditelisik merupakan malware yang dirancang oleh Mustang Panda.
Atas kejadian tersebut, akhirnya pihak Inskit Group melakukan pendalaman perihal kasus hacker sejak awal Maret. Akan tetapi, pihaknya tidak memberikan penjelasan secara mendetail terkait metode, target, dan alasan dari peretasan tersebut.
Dalam konteks pertetasan ini, Badan Intelijen Negara (BIN) menjadi salah satu lembaga yang paling rawan untuk dibobol oleh para hacker. Namun, pemerintah Indonesia telah menindaklanjuti hal tersebut dengan berbagai solusi untuk menelisik, menelusuri, dan membenahi sistem yang telah dibobol. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi